Showing posts with label kuliner. Show all posts
Showing posts with label kuliner. Show all posts

Sensasi Kuliner Soto Gebrak Asal Madura

Sensasi menyantap soto dengan suasana yang berbeda bisa anda rasakan di kedai yang satu ini. Berada di kawasan Tebet Jakarta Selatan, Soto Gebrak diminati pecinta kuliner. Apa yang menarik dari Soto Gebrak, ternyata selain rasanya yang lezat, anda juga akan dikejutkan oleh seringnya suara gebrakan dari gerobak soto di kedai ini.


Image : 4.bp.blogspot.com

Bagi anda yang penasaran, silahkan anda mampir untuk menikmati sensasi kuliner di Soto Gebrak. Soto Gebrak ini merupakan soto asli Madura. Cara pembuatannyapun terbilang unik. Pengunjung akan sering mendengarkan suara gebrakan botol kecal yang mengagetkan. “Kalau rasanya sih enak ya. Menurut saya soto disini unik, karena pas kita lagi makan ada suara gebrakan. Awal-awal sih memang agak kaget, tetapi karena saya sudah sering kesini beberapa kali, akhirnya saya sudah terbiasa”, tutur Diana yang merupakan salah satu pelanggan disini.

Baca Juga :
Keunikan dan Sensasi Soto Kelapa Bakar di Jember
Soto Tangkar Tanah Tinggi Yang Legendaris 

Pengunjung lainnya bernama Franky juga mengatakan “Seru banget sih ya, jadi nggak nyangka kalau pas kita makan ternyata ada gebrakan yang mengagetkan, jadinya bikin saya ketawa”.  Biarpun begitu, namun nasilnya sungguh nikmat. Kelezatan rasa Soto Madura ini begitu menggugah selera. Semangkuk soto dihargai Rp. 16.000 saja. Menurut sang pemilik, ide untuk membuat gebrakan ini sengaja ia lakukan supaya tidak ditiru orang. 

Pemilik juga mengatakan bahwa Soto Gebrak sudah dipatentan sekitar tahun 1973. Kini kedai Soto Gebrak sudah memiliki enam cabang di wilayah Jadebotabek. Dalam sehari saja, pengunjungnya bisa mencapai lebih dari 200 orang. Beberapa cabang sudah berdiri, salah satunya berada di Margonda, Setia Budi pusat dan juga di Bekasi. Mutu, rasa yang sedap serta keunikan cara menyajikannya menjadi alasan kedai ini terus bertahan. 

Keunikan dan Sensasi Soto Kelapa Bakar di Jember

Soto biasanya disajikan diatas piring atau mangkuk. Namun di Jember Jawa Timur, nasi soto disajikan dalam kelapa muda dengan campuran daging kelapa dan sambal kemiri. Rasanya semakin nikmat karena batok kelapa dibakar terlebih dahulu.

Image : 2.bp.blogspot.com

Sajian Soto Jamur Kelapa Muda Bakar menjadi menu andalan di sebuah rumah makan yang berada di Tawangsari Jember Jawa Timur. Inilah satu-satunya daerah yang menyajikan Soto langsung diatas batok kelapa. Seperti namanya, Soto Daging dipadukan dengan kelapa muda yang selama ini disuguhkan sebagai minuman segar.

Baca Juga :
Santap Pagi Soto Udang Legendaris di Medan
Soto Tangkar Tanah Tinggi Yang Legendaris


Cara pembuatannya cukup unik, pertama kulit buah kelapa muda dikupas dan dibuang airnya. Lalu daging kelapa dikerok dan dibiarkan berada di dalam batok. Selanjutnya masukkan aneka macam bumbu seperti bawang daun, bawang merah, dan kentang goreng kedalam batok dan dicampur dengan irisan daging sapi dan juga jamur yang telah direbus dengan bumbu.

Selanjutnya tambahkan kuah soto dan bakar batok kelapa anda hingga kuah kuah soto memanas. Pembakaran bisa dilakukan diatas kompor gas selama kurang lebih sepuluh menit, dan Soto Kelapa Muda Bakar pun siap dihidangkan. Dihidangkan dengan sepiring nasi dan sambal serta kecap manis, rasa dan aromanya begitu unik hingga membuat pembeli ketagihan.

Soto ini sangat cocok jika disantap dikala jam makan siang. Soto Kelapa Bakar semakin menggugah selera dengan campuran sambal kemiri yang mengeluarkan aroma rempah begitu kuat. Ide pembuatan menu unik ini terinspirasi dari melimpahnya buah kelapa muda di Jember yang mayoritas daerahnya perkebunan.

Awalnya hanya coba-coba, namun ternyata menu unik ini diminati oleh banyak orang. Harga Soto Kelapa Bakar cukup terjangkau yakni Rp. 30.000 per porsi dan bisa dinikmati untuk dua hingga tiga orang.


Sumber : Kompas Jember

Soto Tangkar Tanah Tinggi Yang Legendaris

Tanah Betawi punya beragam kuliner legendaris. Salah satunya warung Soto Tangkar Tanah Tinggi. Belum afdol rasanya jika tidak menjajal soto di warung yang berumur lebih dari 60 tahun ini. Dirintis oleh Muhammad Ihsan sekitar tahun 1950, warung ini sempat berpindah-pindah tempat. Namun warung Soto Tangkar ini tetap memilih kawasan Tanah Tinggi Jakarta Pusat sebagai warung utama dan dua cabang lainnya di Tangerang.

Image : igx.4sqi.net

Umur boleh tua, tapi rasa boleh diadu. Kuah merah soto yang khas tetap lezat di lidah setiap pelanggannya. Wajar saja, proses memasak secara tradisional jadi kunci kelezatannya. Setiap subuh jam 5 pagi lebih dari 30 kg tangkar dan daging sapi untuk soto dimasak secara perlahan. Untuk menjaga aroma kuah dan kualitas daging, tujuh kuali dimasak diatas kayu bakar. Dan racikan khas bumbu kuali ini dicampur dengan bahan baku lainnya hingga matang dan Soto Tangkar pun siap untuk dijual.

Baca Juga :
Soto Lidah Sapi di Banyuwangi
Santap Pagi Soto Udang Legendaris di Medan

Soto Tangkar berbeda dengan Soto Betawi. Perbedaannya terlihat jelas dari warna kuah dan isiannya. Soto tangkar sendiri ada dua macam yakni Soto Tangkar yang berwarna putih yang mirip dengan Soto Betawi atau Soto Betawi itu sendiri serta Soto Tangkar yang berwarna Merah yang menjadi warna resmi soto ini. Usaha turun-temurun Soto Tangkar ini sudah sampai pada generasi keempat.

Kini dibawah kendali Hasan dan adiknya Ahmad  beserta keponakannya, Soto Tangkar tetap eksis dengan resep warisan keluarga. Hasan menuturkan “Dari tahun 40 sampai dengan sekarang, saya rasa mutu belum berubah. Kalau kita punya mutu atau punya rasa sudah berubah, kayaknya pelanggan-pelanggan kita ini lama-lama akan pergi. Tapi sejak tahun 40-an yang orangnya masih hidup, sampai sekarangpun dia masih makan dan menyukai Soto Tangkar kami”.

Pelanggan setia juga datang dari lintas generasi. Dari pelanggan tua, muda hingga dari luar kota. Idrus misalnya, pria dari kalimantan ini sengaja berburu makan siang di tempat ini. Idrus menuturkan “Saya dari Kalimantan, tepatnya Balikpapan. Saya kebetulan sedang ada tugas dan coba mampir kesini lagi. menurut saya rasa Soto Tangkar disini memang saya senangi dan berbeda dengan Soto Tangkar yang lain yang pernah saya coba. Perbedaannya mungkin pada rasa / tastenya terutama kuahnya memang sangat cocok dengan kami”.

Berbeda dengan Idrus, pelanggan lainnya bernama Sujaya sudah jadi pelanggan Soto Tangkar selama puluhan tahun. baginya Soto Tangkar Tanah Tinggi memiliki cita rasa paling berbeda. Menurutnya “Saya datang kemari bersama ayah saya untuk makan Soto. Rasanya memang enak dan saya sering datang lagi kesini. Seluruh keluarga saya sudah pernah saya ajak menikmati soto disini. Saya memang sudah menjadi pelanggan tetap disini sejak harganya masih Rp. 100 per mangkuk sekitar tahun 1975”. Para pelanggan nikmat sekali melahap kuah soto.  

Pada zaman penjajahan dahulu, orang Indonesia baru mampu membeli bagian tangkar atau tulang muda daging sapi untuk dimasak. Nah, Pak Iksan mengkreasikan tangkar menjadi Soto Tangkar yang akhirnya melegenda sampai dengan saat ini.



Sumber : Net 5

Santap Pagi Soto Udang Legendaris di Medan

Irisan daging ayam atau potongan daging sapi dalam semangkuk soto mungkin sudah biasa. Nah, sebuah kedai di Medan menyuguhkan udang sebagai isian soto. Sudah ada sejak 60 tahun silam, Soto Udang Kesawan cita rasanya melegenda bagi para pecinta soto. Para pelanggan soto udang ini merupakan pelanggan lama dan bahkan ada yang turun-temurun. Rasa kuah sotonya yang khas dan udang dalam ukuran besar yang disajikan tidak berbau amis, menjadi daya tarik tersendiri.

Image : resepdanmasakan.com

Salah satunya pelanggannya adalah Ghafar, dia sudah menjadi penikmat Soto Udang sejak masih kanak-kanak. Hingga kinipun ia tetap setia untuk datang ke kedai ini. Ia menuturkan “Saya sering ke sini, terkadang seminggu bisa empat atau lima kali. Rasa soto disini sangat berbeda dengan yang lainnya. Kalau disini udangnya itu segar, terus kuahnya itu beda dengan soto yang lain di Medan. Yang membedakan, disini itu asemnya pas, dan kita memang sudah terbiasa sejak jaman kakek, bapak sampai dengan saya sekarang.

Baca Juga :
Segarnya Soto Ayam "Bok Ijo" Kediri
Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948

Saya menjadi penikmat disini sudah lama, semenjak saya masih kecil saya sudah langganan disini”. Kedai soto mulai buka sejak jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Soto Udang Kesawan  telah buka cabang di tiga lokasi di Medan, yaitu Jalan Tamrin, Jalan Surabaya dan Jalan Sei Batanghari. Dalam sehari tiga kedai ini butuh sedikitnya 30 kg udang segar sebagai bahan baku.

Sang penjual soto bernama Ibu Dewai menjelaskan “Disini kami jualan dari sejak zaman kakek. Jadi bisa dibilang sudah sekitar 60 tahunan berada disini. Karena awalnya memang kami yang membuat atau orang tua saya yang memodifikasi Soto Udang ini. Sebelumnya kan jenis-jenis soto ada soto dari daging sapi atau ayam. Setiap warung mungkin beda-beda kuahnya, rasanya, sedangkan disini menggunakan udang laut atau udang sungai”.

Seporsi Soto Udang diharga Rp. 25.000, tersedia pula soto daging dan soto ayam dengan harga per porsi Rp. 20.000. meski kedainya sederhana, Soto Udang di jalan Ahmad Yani Medan ini tak pernah sepi pengunjung.


Sumber : Net. - IMS
   

Soto Lidah Sapi di Banyuwangi

Anda mungkin pernah menikmati Soto Ayam dan Soto Daging Sapi. Nah, apakah anda pernah mencoba Soto Lidah Sapi? Tekstur dan aroma khas lidah sapi ternyata menjadi kuliner yang banyak dicari penikmat soto di Banyuwangi Jawa Timur.

Image : travel.kompas

Tak berbeda dengan warung soto Lainnya, warung Pak Salem yang terletak di jantung Kota Banyuwangi Jawa Timur ini menyediakan kuliner soto dengan beragam pilihan. Mulai dari daging ayam, daging sapi, dan yang terbaru adalah lidah sapi.

Baca Juga :
Kuliner Legendaris Soto Padang di Jakarta
Kuliner Legendaris Soto Mencos

Meski baru, menu Soto Lidah Sapi justru sudah menjadi primadona para pelanggan yang datang. Penyajian Soto Lidah memang tak berbeda dari soto lainnya, namun soal rasa Soto Lidah diakui memiliki rasa yang khas dan tentu saja lezat. Salah satu pelanggan kedai ini bernama Subono mengatakan “Rasanya itu beda sekali, gurih yang jelas sense-nya unik”.

Pelanggan lainnya bernama Hasan juga berkata “Kalau saya menilai, soto disini rasanya khas ya. Ada manis, asam sedikit, dan rasanya beda dengan yang lain, khususnya untuk wilayah Banyuwangi”.  Kuliner Soto Lidah terbuat dari daging Lidah Sapi yang dicampur dengan daging sapi.

Untuk kuahnya dimasak dengan cara menambahkan campuran bumbu yang cukup sederhana, yaitu merica, bawang merah, bawang putih, dan kunyit. Daging Lidah dan Daging Sapi super yang telah setengah matang dipotong kecil-kecil, lalu dimasukkan ke dalam kuah yang sudah dibumbui tadi.

Setelah matang, potongan Daging Lidah lalu diangkat dan siap untuk diracik bersama bahan lainnya. Setiap satu porsi sajian terdiri dari potongan kentang rebus, tauge, seledri, lalu dibubuhi potongan telur. Dalam sehari, tak kurang dari 15 kg daging lidah dan 10 kg daging sapi, serta 30 ekor ayam habis terjual.

Sajian Soto Lidah ini berawal dari ide Robi, yakni sang pemilik warung yang ingin terus menambah variasi sotonya. Menurut penuturannya “Saya ini menambah variasi yang belum ada di Banyuwangi. Lagipula kalau melihat sajian dari Orang Tua saya, itu kan cuma pakai Ayam, Sapi, ataupun Babat, sehingga disitulah saya kepingin sajian yang lain dari yang lain”.

Selain sensasi rasanya, para pelanggan umumnya terpikat dengan menu Soto Lidah karena masih jarang ditemui di Kota Banyuwangi. Bagaimana? Anda tertarik untuk mencobanya? 

Sumber : Net. - IMS

Kuliner Legendaris Soto Mencos

Jangan mengaku suka soto kalau belum mencicipi yang satu ini. Soto Haji Sarnadi alias Soto Mencos. Kedainya boleh sederhana, tapi sajian andalannya kondang melegenda. Itu sebabnya setiap hari suasana di kedainya sangat ramai. Salah satu pengunjungnya yaitu Toto Sugiarto menuturkan “Saya sukanya disini itu yaitu pada kikilnya. Kikilnya itu tidak lengket dan tidak amis dan rasanya cukup gurih sampai tetes terakhir”.

Image : kulinerdjhajiindonesia.files.wordpress.com

Sebagian besar penikmat bahkan merupakan pelanggan setia. Hani misalnya, dia menuturkan “Aku langganan disini sejak aku berumur 12 tahun dan sekarang umurku 39 tahun. Jadi bisa dibayangin bahwa saya sudah sangat lama berlangganan disini. Aku suka Soto disini karena sumsumnya. Bahkan disadari atau tidak bahkan saya bisa order sumsum ekstra”.

Baca Juga :
Segarnya Soto Ayam "Bok Ijo" Kediri
Kuliner Legendaris Soto Padang di Jakarta

Semangkuk soto mantap dengan kuah kental dengan potongan kaki dan dengkul sapi yang lembut, kenyal, gurih, istimewa yang memenuhi isiannya. Tersaji sejak 50 tahun yang lalu, maestro penciptanya adalah Haji Sarnadi. Sepeninggal sang legenda, kini pengelola beralih ke generasi penerusnya. Menurut penjelasan sang pemilik saat ini, penamaan Soto Mencos berawal dari sebuah pasar tradisionil yang dinamakan Pasar Mencos.

Yang membuat Soto Mencos menjadi sangat legendaris karena sejak zaman dahulu yaitu sekitar tahun 60 an hingga sekarang tetap bertahan. Ini menurut pemilik, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri terutama bagi keluarganya. Yang membedakan antara Soto Mencos dengan Soto Betawi dan Soto-soto jenis lainnya salah satunya terletak pada kuahnya.

Kalau Soto Betawi itu kuahnya cenderung putih, bersantan dan isinya juga banyak jeroan seperti babat dan lain sebagainya. Kalau soto sapi warung kami, karena namanya Soto Kaki maka fokusnya juga pada kaki sapi. Disamping bumbu-bumbunyapun juga ada kelainan seperti adanya kunyit yang membuat Soto Mencos tampak kekuning-kuningan.

Kedai mengolah setidaknya 30 kaki sapi setiap hari. Untuk memasak kaki sapi bukanlah perkara yang mudah, karena jika salah maka hasilnya akan anyir dan alot. Proses perebusan dengan campuran aneka rempah selama sekitar 6 jam, menjadi salah satu rahasia dari tektur kenyal lembut dan rasa gurih yang bersih. Untuk merebusnyapun harus dengan nyala api yang kecil supaya seluruh rempah-rempahnya bisa meresap dengan sempurna.

Campuran kaldu berpadu dengan aneka bumbu serta santan dan segar daun bawang menjadi rahasia dibalik kuah yang sedap dan mantap. Pembuatannya di dapur, penyajiannya di kedai, peracikan sesaat sebelum soto terhidang supaya rasa dan tekstur kualitas bahan tetap terjaga. Soto terhidang bersama irisan tomat, emping melinjo dan taburan seledri. Bagi anda yang berkunjung ke kedai ini, maka saran penyajiannya yaitu santap selagi hangat.

Proses pengolahan yang panjang memang tidak pernah bohong, terbukti dengan tekstur di setiap potongan daging kaki sapi terasa sangat kenyal layaknya jelly dan perpaduan rempah dan kuahnyapun terasa sangat sedap. Untuk semua kelezatan ini, para pelanggan sematkan satu definisi yakni “Soto Mencos Joss”. Seporsi soto tersaji Rp. 26.000 per porsi. Kedainya berada di Jalan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.


Sumber : Net.5

Kuliner Legendaris Soto Padang di Jakarta

Inilah salah satu sudut tempat tersimpannya sejuta kisah dan sejarah Jakarta, dialah Passer Baroe atau Pasar Baru. Kawasan Pasar Baru dulunya adalah pusat putaran ekonomi Jakarta. Oleh karena itu banyak warga merantau dan berjualan. Salah satunya ada sejarah kuliner yang cukup melegenda yakni Soto Padang.

Image : foodspotting.com

Salah satu kedai Soto tersebut bernama Soto Padang H.ST.Mangkuto. kedainya ramai dan jauh dari kata sepi, mencerminkan mantapnya cita rasa hidangan yang jadi sajian andalan berupa soto dari Rumah Gadang. Kuahnya pekat, rempah-rempahnya kuat dan pastinya lezat membuat para pecinta kuliner terpikat.

Baca Juga :
Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948
Segarnya Soto Ayam "Bok Ijo" Kediri 

Menurut pelanggan setia bernama Tefani Kosasih menuturkan “Kebetulan kan aku ada keturunan Padang, jadi aku suka makanan Padang. Terus aku pernah cobain disini dari kecil dan memang rasanya enak sama dengan yang di Pandang sendiri sama rasanya. Jadi yang mau wisata kuliner, makan soto padang tidak usah jauh-jauh ke Padang, jadi ke Mangkuto aja”.

Soto juga menjadi pelepas rindu warga Minang yang tengah merantau dan rindu pada kampung halaman. Penuturan berikutnya dari pria paruh baya bernama Muswerry Muchtar “Rasanya sangat bagus, sangat padang asli. Jadi kita susah mencarinya dan yang rasanya begini cuma ada disini. Dan kita kesininya ini, kalau ada waktu pasti kesini. Kalau sudah kangen dengan Soto Padang pasti kita kesini”.

Bermula dari usaha kakak beradik yang pergi mengadu nasib di Batavia, kedai telah menyaji sejak 50 tahun yang lalu. Sepeninggalan pendirinya, pengelola kini beralih ke tangan generasi kedua yang tak lain keturunan langsung dari sang pioner Neli Mangkuto. Awal kelegendarisan Soto Padang H.ST.Mangkuto bermula di dapurnya. Bumbu istimewa dikelompokkan menjadi tiga yakni bumbu hitam, bumbu kuning dan bumbu tumis.

Bumbu tumis terdiri dari campuran bumbu hitam dan daun bawang. Bumbu kuning terdiri dari lada, lengkuas dan kunyit. Bumbu hitam berupa kolaborasi kayu manis, lada, ketumbar, jinten dan pala yang telah dihaluskan. Takaran dan paduan tiga jenis bumbu rempah ini adalah warisan leluhur yang senantiasa terjaga dan menjadi kunci sedap mantap menjadi kuah soto kedai ini.

Pangkal kelezatan lainnnya tak lain adalah isiannya. Bahan baku ini merupakan daging sapi pilihan dan memasaknya sederhana. Namun ada teknik khusus yang membuatnya tersaji istimewa, diantaranya penggorengan setelah perebusan. Proses ini menghadirkan daging lebih gurih dan memiliki tekstur lembut sekaligus renyah. Kaldu menjadi campuran penyedap alami pada kuah.

Untuk saran saat penyajian, pertama santap selagi hangat. Saran kedua, anda memang harus sedikit bersabar kalau datang terutama pada saat jam makan siang, karena hampir pasti kursi-kursinya selalu penuh terisi. Soto padang disini rempah-rempahnya sangat berasa, terbukti dari aromanya dan kuahnya yang memang kaya akan rempah.

Namun yang paling khas dari Soto Padang itu adalah dagingnya, karena dagingnya digoreng jadi berasa kriuknya. Gurih sekaligus menyegarkan laksana terbang ke Tanah Minang. Aroma dan citarasa legendaris ini tersaji Rp. 29.000 per porsi. Kedainya buka setiap hari, mulai pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam.


Sumber : Net5

Segarnya Soto Ayam "Bok Ijo" Kediri

Kota Kediri tidak hanya terkenal dengan Tahu Kuningnya saja ataupun Getuk Pisang, kali ini kita akan berkunjung ke salah satu sentra kuliner terkenal di Kota Kediri, yaitu Soto Bok Ijo. Konon soto ini sudah berdiri sejak tahun 1969, anda penasaran dengan rasanya? Mari kita cari tahu tentang Soto ini. Soto Ayam Bok Ijo atau sering disebut dengan Soto Ayam Tamanan ini sudah berdiri sejak tahun 1969.

Image : LiburMulu.com

Awal mula dinamakan Soto Bok Ijo karena dulunya sang pedagang berjualan di sekitar jembatan yang pembatas jembatannya berwarna hijau. Namun lambat laun saat ini kuliner Soto Bok Iju juga akrab dengan nama Soto Tamanan. Hal ini dikarenakan lokasinya telah beralih fungsi menjadi Terminal Tamanan Kota Kediri.

Baca Juga :
Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948
Soto Ayam Ambengan Surabaya

Yang berbeda dengan Soto Ayam lainnya, Soto Ayam Bok Ijo ini disajikan dengan kuah kental bersantan. Untuk variasi isi soto sendiri berisi irisan ayam serta tambahan irisan kubis dan kecambah yang disajikan dalam mangkuk terpisah. Menurut penjelasan sang penjual bernama Agil “Asal mulanya, mungkin sebelum ini menjadi terminal, dulu bapak kan berada disini yang awalnya persawahan dan bapak berjualan di depan. Dan dulu ada suatu tempat duduk yang berwarna hijau, dan itulah mungkin menjadi awal mulanya dinamakan Soto Bok Ijo”.

Untuk menikmati satu porsi Soto Ayam Bok Ijo, pengunjung hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp. 6.000 saja. Rasa yang nikmat serta harga terjangkau membuat Soto Bok Ijo ini menjadi destinasi tersendiri bagi pecinta kuliner. Tak hanya warga Kediri saja, Soto Ayam Bok Ijo ini juga diminati para pengunjung dari luar kota. Menurut salah satu pengunjung bernama Sunari “Disini sudah langganan dan saya sering kesini. Rasanya enak, terus keluarga saja sering kesini dan favorit saya disini”.

Pengunjung lainnya bernama Afifah juga menuturkan “Rasanya enak sih, rasanya itu beda, seger terus ada ayam bakarnya yang bikin ciri khas di warung sini dan saya ingin suatu saat mencoba lagi kesini”. Sementara itu untuk menambah nikmatnya menyantap soto, disini pembeli juga bisa memesan Ayam Kampung Bakar. Ayam bakar ini dihidangkan dengan paduan siraman bumbu kaldu kental kuah soto serta sambal kecap sebagai penikmat rasa.

Melegendanya Soto Ayam Bok Ijo atau Tamanan ini menjadi mata pencaharian sendiri bagi sejumlah warga Kediri. Selain di sentral Soto Bok Ijo Teriminal Tamanan, Soto Ayam khas Kediri ini dapat dengan mudah dijumpai hampir di setiap jalanan Kota Kediri. Jika anda melancong ke Kota Kediri, tentu tak ada salahnya menikmati kuliner Soto Bok Ijo ini yang legendaris.



Sumber : Kompas TV Kediri




Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948

Anteran panjang, inilah sambutan bagi para pengunjung warung soto di Jalan Plampitan Nomor 5 Kota Semarang Jawa Tengah. Jangan heran antrean semacam ini selalu terjadi setiap hari, karena warung ini memang salah satu warung soto terkenal di Semarang. Namanya adalah Soto Bokoran. Warung ini pertama kali dibuka di Kampung Bokoran.
Image : Kaskus
Karena itulah warung soto ini dinamakan Soto Bokoran. Awalnya pelanggan warung soto ini merupakan keluarga Tionghoa yang anaknya bersekolah di sekitar warung. Sejak saat itulah, warung Soto Bokoran menjadi dikenal lebih luas dari mulut ke mulut. Kini warung soto ini telah menginjak usia 68 tahun dan ditangani generasi keempatnya, namanya Ibu Rumini.
Baca Juga : 
Menikmati Soto Sedap Boyolali Hj. Widodo
Sensasi Lezat Soto Ayam Khas Lamongan

Menurut penuturan sang pemilik “Awalnya sejak tahun 49 dari kakek, ayah, ibu, terus sampai dengan saya sendiri. Tempatnya dulu berada di Kampung Bokoran. Dulu disini awalnya merupakan sekolah Tionghoa dan saat itu belum digusur, sampai sekarang Soto Bokoran terkenalnya berada disini”. Sekilas soto ini tak berbeda dari soto kebanyakan.

Yang menjadi pembeda adalah menu pendamping yang ditawarkan. Variasi menu pendamping seperti sate ayam, sate kerang, bakwan jagung, mendoan, telur bacem dan tentu saja perkedel yang menjadi menu pendamping favorit disini siap disantap bersama Soto Bokoran pesanan anda. Selain itu masih ada satu lagi resep rahasiannya yang membuat rasa Soto Bokoran ini beda dari dari soto lainnya.

Salah satu yang menjadi daya tarik Soto Bokoran bagi penggemarnya terletak pada kuah soto yang dicampurkan atau ditambahkan kuah sate. Tambahan kuah sate memberikan sensasi rasa berbeda di lidah. Resep ini memang sudah sejak zaman dahulu disajikan di Soto Bokoran. Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 10 ekor ayam, 20 kilogram beras, dan juga 50 kilogram kentang yang diolah menjadi perkedel.

Untuk menjalankan warung ini pemilik soto mempekerjakan sekitar delapan orang yang masih bagian dari keluarga. Hal ini dilakukan agar resep Soto Bokoran dapat terus diturunkan dari generasi ke generasi. Pengunjung setia warung ini tak hanya berasal dari Kota Semarang, bahkan ada yang sengaja datang kembali ke Kota ini hanya untuk menikmati kenikmatan Soto Bokoran ini.

Untuk mencicipi kesegaran Soto Bokoran, tak perlu mengeluarkan kocek dalam. Cukup dengan membayar Rp. 9.000, semangkuk soto sudah bisa disantap. Sedangkan untuk menu pendampingnya, sekitar Rp. 1.000 hingga Rp. 10.000 saja. Warung soto ini buka setiap hari pukul 6 pagi hingga habis. Agar tidak kehabisan, datanglah di pagi hari.


Sumber : Net.5

Soto Ayam Ambengan Surabaya

Surabaya tidak hanya mempunyai kuliner khas seperti Rujak Cingur atau Lontong Balap. Surabaya juga mempunyai kuliner-kuliner legendaris, salah satunya Soto Ayam Ambengan. Berkaldu gurih pekat penuh rempah, berisi suwiran ayam, telur, kubis dan bihun, lengkap dengan perkedel serta koya atau bubuk kelapa berbawang putih. Inilah salah satu kuliner legendaris khas Kota Pahlawan Surabaya. Kemasyuran sajian ini berawal dari Jalan Ambengan. Sepenggal jalan yang kemudian identik sebagai bagian dari namanya yakni Ambengan.

 Image : wikipedia.org

Menurut penuturan sang Pemilik Soto Ambengan yakni Gatot Sunoto “Sejarah Soto Ambengan ini berawal dari rombong biasa yang berada di ujung Jalan Ambengan. Dulu soto ini belum memiliki nama, sampai akhirnya pelanggannya sendiri yang memberikan nama. Kemudian sekitar tahun 1982, Pak Sadi mematenkan nama Soto Ayamnya dengan nama Soto Ayam Ambengan Pak Sadi. Untuk perbedaannya sendiri bila dibandingkan dengan soto-soto jenis lainya yaitu pada sebagian bumbu rahasianya dan juga pada rebusan ayamnya”.

Baca Juga :
Sensasi Lezat Soto Ayam Khas Lamongan
Menikmati Soto Sedap Boyolali Hj. Widodo

Awalnya sang pemilik menjajakan soto dengan berkeliling. Kemudian pada tahun 1971 maka sang pemilikpun mulai menetap disini. Kedainya terus berkembang, namun sajiannya tidak berubah dan bertahan pada resep asli sehingga tetap terjaga sedapnya rasa asli. Semua itu berawal dari tangan Haji Sadi dan kini pengelolanya telah bergeser ke generasi kedua.

Bahan-bahan segar pilihan, racikan pas, dan pengolahan yang masih tradisional, hadirkan soto berkuah rempah pekat dengan isian penuh nan lezat, khas dan istimewa. Tak heran setiap hari kedai Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Jauh dari kata sepi. Sebagian besar pengunjungnya bahkan tercatat sebagai pelanggan setia.

Sedap mantap soto penuh suwiran ayam masih bisa bertambah dengan potongan daging sapi, kulit atau jeroan. Anda tinggal memilih lebih suka yang mana untuk ditambahkan ke dalam soto anda. Seporsi Soto Ayam Ambengan tersaji dengan harga Rp. 17.000 dan ditambahkan teh manis dengan harga Rp. 3.500. Soto Ayam Legendaris ini berlokasi di Jalan Ambengan 3A Surabaya. Kedai kuliner legendaris buka pukul 8 pagi sampai pukul 9 malam. Ingin menikmati Soto Ambengan dengan tenang? Hindari datang saat jam makan siang, karena pengunjung harus rela mengantri terlebih dahulu dengan cara berdiri.


Sumber : Net. Jatim

Sensasi Lezat Soto Ayam Khas Lamongan

Pernahkah anda berkunjung ke Lamongan? Kata orang belum afdol jika anda pergi ke lamongan, tapi anda belum mencicipi sotonya. Nah, di Lamongan ada satu depot soto yang legendaris, namanya Depot Asim Jaya “Pusat Soto Lamongan”.

Image : braps.com

Memang sejak zaman dahulu kota Lamongan sudah terkenal dengan masakan khasnya yaitu Soto. Di kota ini banyak sekali warung soto yang bertaburan. Akan tetapi Depot Soto Asim Jaya sudah melegenda sejak 1986. Lokasinya berada di Jalan Panglima Sudirman Kota Lamongan Jawa Timur.

Baca Juga : 
Menikmati Soto Sedap Boyolali Hj. Widodo
Bakso Titoti, Bakso Khas Wonogiri yang Legendaris 

Dulunya sebelum dibangun tempat makan tersebut, soto dijajakan secara keliling yang berupa gerobak. Sejak berdiri puluhan tahun dan setiap hari tidak pernah sepi pembeli. Pelanggannya tidak hanya dari warga Lamongan saja, namun juga para pelancong sampai dengan orang-orang yang melintas di kawasan Pantura Jawa Timur yang menjadi pelanggan tetapnya.

Disini ada menu soto biasa dan juga soto spesial. Maka jika anda ada waktu berkunjung kesini, maka rugi jika anda tidak memesan soto spesialnya. Kuah soto maupun ayam yang digunakan berasal dari ayam kampung. Soto biasanya hanya mengandalkan ayam suwir sebagai proteinnya, kalau soto spesial bisa ditambahkan sumber protein lain seperti telur ayam muda dan jeroan ayam.

Bihun, ayam bumbu yang disuwir, daun ketumbar dan kuahnya, maka itulah yang mengisi Soto Lamongan anda. Kuah Soto Lamongan agak kental meski tanpa santan. Hal ini disebabkan oleh campuran bumbu-bumbunya. Dan yang membedakan antara Soto Lamongan dengan soto-soto daerah lainnya yakni tamburan koya yang merupakan campuran antara kerupuk udang dan bawang putih goreng yang telah ditumbuk.

Kualitas dan rasa yang tak pernah berubah terbukti menjadi perekat para pembelinya. Para pelanggan yang biasa menjadi penikmat tetap soto disini memberikan komentar bahwa soto disini sangat berbeda dan terasa spesial dibandingkan dengna soto-Soto Lamongan di tempat lainnya. Bahkan para pembeli yang baru pertama kali menyantap soto disini juga memberikan penilaian bahwa soto di Depot Asim Jaya enak dan gurih.

Dalam sehari rata-rata warung soto ini mengolah satu kwintal beras bahkan bisa mencapai tiga kwintal saat hari libur. Ayam kampungnya saja rata-rata dibutuhkan 75 ekor perhari. Untuk mempertahankan pelanggannya, tak lain tak bukan karena tempat makan ini berhasil mempertahankan kesamaan rasa. Racikan kuah sotopun wajib dibuat sendiri oleh pemiliknya.

Menunurt penuturan pemiliki warung soto Depot Asim Jaya yaitu Pak Sofwan Hadi “Dalam satu hari itu harus ada saja, kalau saya tidak bisa ada istri saya, dan kalaupun nanti dua-duanya tidak bisa ada bapak sama ibu yang mengontrol. Jadi harus ada yang stanby disini, karena apa? Kadang-kadang kuah kalau semakin dipanasi maka akan berubah rasa”.

Soto selalu diburu pembeli, karena menu ini paling cocok untuk santap pagi, siang dan malam. Bagi anda yang hendak menyantap Soto Lamongan ini, tempat makan dibuka setiap hari dari pukul 5 pagi hingga 2 dinihari. Seporsi Soto Lamongan tersaji dengan membayar Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000.


Sumber : NET 5

Bakso Titoti, Bakso Khas Wonogiri yang Legendaris

Siapa tak kenal bakso? Sajian bernenek moyang dari tanah Tionghoa ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga nusantara. Tersaji dimana-mana, dengan masing-masing keistimewaannya. Bakso Titoti Wonogiri misalnya, seporsi bakso ini memiliki ciri citarasa gurih sapi pekat dan tetelan sebagai pelengkap. Bakso Wonogiri yang melegenda salah satunya ada di Jakarta. Kedai sudah ada sejak 35 tahun lalu, namun kelezatan konsisten tetap bertahan dari masa ke masa.


Salah satu penikmat Bakso Titoti bernama Andreana Lingga mengatakan “Saya penasaran dengan bakso disini karena terlihat sangat ramai bahkan parkirnya sampai keluar-luar. Menurut saya rasanya pas, tidak terlalu asin dan sepertinya tidak pakai micin. Biasanya kan kalau bakso di tempat-tempat lain kan berat, namun disini baksonya ringan tapi isinya daging semua”.

Baca Juga :
Kuliner Legendaris Bakso Bakwan Cak Su Kumis
Bakso Abah Killer, Super Pedas dan Punya Tiga Level 

Sedap mantap seporsi bakso yang terhidang setiap hari ini berawal saat hari masih dini. Belanja bahan baku mencapai 65 km daging sapi perhari. Yang digunakan adalah daging bagian belakang sapi. Seperti daging penutup pada bagian paha yang kaya akan lemak. Daging sapi pilihan kemudian digiling bersama bawang putih dan garam lalu diadon dengan tepung terigu sampai halus. Dalam 15 menit, adonan siap menuju ke tahap selanjutnya.

Di Kedai barulah adonan diproses lebih lanjut yaitu dengan menambahkan urat sapi. Untuk menyatukan adonan harus dilakukan dengan teknik yang tepat agar daging uratnya bisa menyatu dengan adonan. Hal ini bertujuan supaya saat dibentuk menjadi bulat-bulat, adonannya tidak lepas satu sama lain. Selain bakso urat ada juga bakso telur.

Semua jenis bakso diadon dan dicetak manual lalu direndam dalam air panas agar higienis dan tidak lengket. Untuk selanjutnya direbus, ditiriskan dan jadilah bakso yang disajikan setiap hari. Setiap hari stok bakso di Bakso Titoti selalu baru. Untuk melengkapi keistimewaan, kuah dibuat dengan ramuan dan takaran spesial. Bahan utamanya kaldu bakso dan tulang sapi serta bawang putih, kemiri dan bawang merah sebagai penyedap alami.

Ketekunan dan dedikasi buahkan bukti, sejak dibuka pukul 9.30 pagi, kedai tak pernah sepi, terlebih-lebih pada akhir pekan. Semua berawal dari tangan Slamet Riyanto. Sang Pioner kini tinggal mengambil buah jerih payahnya dari kampung halaman. Slamet Riyanto dari awal berjualan bakso dengan menggunakan pikulan. Bakso jualannya kala ini masih seharga 25 perak setiap mangkoknya. Lama-kelamaan Slamet Riyadi memiliki ide untuk merintis usaha baksonya dengan cara membuka tenda di Pasar Minggu.

Seporsi komplet Bakso Titoti terdiri dari bakso telur, bakso urat besar dan kecil, bakso tahu, tetelan sapi, lengkap dengan mie kuning dan bihun. Bakso legendaris ini terhidang 15.000 sampai 22.000 rupiah per porsi. Ragam menu andalan yang juga bisa jadi pilihan banyak. Diantaranya mie ayam dan siomay juga hidangan pencuci mulut es serut yang pastinya akan menjadi penutup acara santap lezat dengan semburan manis nan segar.


Sumber : Net.TV


Kopi Sepoor Nan Legendaris di Pasuruan Jawa Timur

Di Pasuruan ada sebuah produsen kopi yang sudah berdiri sejak zaman kemerdekaan Republik Indonesia. Selain kualitas yang berhasil dipertahankan, kemasan klasik juga menjadi ciri utama. Ada sebuah tempat di Pasuruan yang menjadi lokasi produsen kopi namanya Griya Kopi Kaspandi Dispendag Propinsi Jawa Timur.

Sumber : Tokopedia.Com

Kopi hasil olahannya dinamakan dengan Kopi Sepoor. Bertempat di kawasan perkampungan tua kelurahan Bangelan, usaha rumahan ini telah bertahan hingga tiga generasi. Nama Kopi Sepoor berarti Kereta Api. Usaha ini dirintis oleh Kaspandi sejak lima tahun sebelum Republik Indonesia merdeka. Dulunya kopi banyak dibawa sebagai bekal para pejuang untuk berperang.

Baca Juga :
Es Buah Bunuh Diri, Porsi Besar Harga Murah
Mengenal Sejarah Upacara Minum Teh Jepang

Usaha terus berkembang hingga resmi berdiri sejak tahun 1955. Sejak itulah produksi kopi terus berkembang hingga sekarang mampu memproduksi kopi bubuk sebanyak 150 kilogram per hari. Pengaruh zaman sempat mengubah cara memasak kopi dengan alat-alat modern. Namun karena rasa dan aromanya berubah, cara lamapun kini tetap dipertahankan.

Untuk bahan bakar dipilih menggunakan arang kayu pohon cemara karena api yang dihasilkan dari kayu jenis ini cukup stabil. Resep lain yang menjadikan Kopi Sepoor tetap bertahan hingga kini yaitu biji kopi robusta berkualitas ekspor yang didatangkan dari wilayah Jember Jawa Timur. Sedangkan kemasan kertas dipertahankan sebagai ciri khas kopi tempo dulu.

Menurut pemilik usaha Kopi Sepoor bernama Anisah Mahdinah mengatakan “Ngemasnya memang manual, jadi saya sendiri kan ingin mempertahankan rasa dan aroma. Lagipula jika menggunakan mesin maka saya tidak bisa lagi menyerap tenaga kerja”.

Untuk harga, seperempat kilogram bubuk kopi murni diharga senilai 15 ribu rupiah. Kini kopi sepur telah menjadi ikon sebagai oleh-oleh khas Kota Pasuruan. Banyak juga dipesan dari berbagai daerah di tanah air bahkan mancanegara.


Sumber : Net. Jawa Timur


Kuliner Legendaris Bakso Bakwan Cak Su Kumis

Nikmat disantap selagi hangat, hidangan yang satu ini biasa tersaji sebagai makanan selingan. Berbagai daerah di tanah air mempunyai variannya sendiri, tak terkecuali Kota Malang. Itu sebabnya nama malang tersemat dalam hidangan Bakso Bakwan Malang. Tidak perlu jauh-jauh ke Malang, di Jakarta ada kedai penyajinya.

Image : DetikFood

Terletak di bilangan Rawamangun Jakarta Timur, kedai tak pernah sepi penikmat. Nama kedainya Bakso Malang Cak Su Kumis. Tempatnya sangat ramai, sehingga saat anda hendak menikmati bakso ini anda harus siap antri. Berdiri sejak 1990, kualitas dan konsistensi rasa menjadi kuncinya.

Baca Juga :
Dua Mantan Presiden Kita Ternyata Langganan di Tukang Bakso Ini
Makan Bakso di Warung Bakso Mas Brewok

Menurut manajer pemasaran Faroby Sapto “Orang sudah tahu rasanya, yang penting rasanya sendiri kita tidak rubah-rubah. Kalau kita naik, ya kita bilang naik tanpa merubah komposisi rasa. Akhirnya sekarang dikenal, jadi bahan pembicaraan dan merasakan bahwa kualitas bakso kita tidak diragukan”.

Disini penikmatnya bebas pilih sendiri isian mangkuknya. Berbeda dari hidangan bakso kebanyakan, seporsi bakso bakwan malang terdiri dari berbagai jenis isian. Ada siomay basah, siomay kering, tahu siomay, kekian goreng hingga aneka varian bakso. Bila isian sudah dipilih, lengkapi kenikmatan dengan taburan bawang goreng dan daun bawang sesuai selera.

Wanginya kuah kaldu membuat lidah tak sabar untuk bergoyang. Aroma rasa dan bawang putihnya pas dan enak. Sebagai informasi, ada perbedaan antara bakso malang dengan bakwan malang. Kalau bakso malang, jenis gorengannya hanya satu dan menggunakan mie. Sedangkan bakwan malang terdapat tiga jenis gorengan dan tidak menggunakan mie.

Bila anda menginginkan sensasi bakso malang layaknya di kota asalnya, anda bisa menambahkan pula lontong ke dalam kuah kaldunya. Segar, nikmat dan kaya rasa menjadi alasan pelanggan yang memilih bersantap disini. Bukan hanya pelanggan baru, pelanggan lamapun betah datang kesini meski harus antri demi mendapatkan seporsi bakso bakwan malang istimewa.

Menurut penuturan salah satu pelanggan bernama Vera Hardiani “Baksonya enak, terus banyak pilihan isinya. Kalau harga sebenarnya agak tinggi, cuma karena rasanya memang enak, jadi harga tidak menjadi masalah. Pelanggan lainnya bernama Nani Sunarni mengatakan juga “Kaldunya itu beda, saya sih merasakannya tidak banyak vetsin disini”.

Bila anda menyempatkan berkunjung ke dapurnya, maka anda akan menemukan ribuan bakso malang diracik disana. Demi menjaga kualitas rasa, pemiliknya yaitu Bapak Subali atau Cak Su Kumis turun langsung untuk mengontrol proses produksi. Dengan menggunakan daging asli, dalam sehari setangah kuintal daging sapi dihabiskan untuk membuat olahan bakso bakwan malang.

Sejak berdiri kurang lebih 25 tahun yang lalu, Cak Su Kumis tidak pernah merubah-rubah rasa sehingga sampai dengan saat ini pelanggan bakso Cak Su Kumis terus bertambah dari waktu ke waktu. Isu-isu pun pernah dirasakan oleh sang pemilik yang berusaha menjatuhkan usahanya.

Ada yang mengatakan bahwa baksonya menggunakan daging celeng, formalin ataupun borax. Namun karena Pak Subali sendiri tidak pernah mengenal nama-nama dan bentuk dari bahan-bahan tersebut, jadinya dia tidak memperdulikan dan tetap konsisten hingga sekarang. Bakso Cak Su Kumis sudah memiliki 11 cabang yang tersebar di Jakarta Timur dan Bekasi.



Sumber : Net.Tv

Rendang Makanan Paling Enak di Dunia

Rendang dari Indonesia kembali menduduki urutan pertama alias makanan terenak di dunia. Tahun ini jadi kali kedua Rendang masuk dalam makanan terenak pertama versi CNN Travel. Sebelumnya pada Juli 2011, CNN menobatkan Rendang sebagai makanan terenak peringkat 11 dan di September 2011 Rendang naik ke peringkat pertama.

Image : flickr.com

Nah, kini di bulan Juli 2017 Rendang tetap berada di posisi pertama dan ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa setelah bertahun-tahun. Poling ini dilakukan CNN melalui facebook dan ada lebih dari 35 ribu suara yang memberikan votes sebanyak 50 jenis makanan terenak di dunia ini terpilih dari hasil jajak pendapat. Hasilnya, Nasi Goreng dan Rendang menjadi dua makanan terenak di dunia.

Baca Juga :
Bakso, Makanan Favorit Yang Enak Bila Disantap Panas-Panas
Es Buah Bunuh Diri, Porsi Besar Harga Murah


Para peserta poling memberikan komentarnya tentang Rendang dengan menyebut Rendang is the best. Rendang merupakan makanan khas Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Rendang tidak hanya lezat dan juga kaya bumbu, ternyata dalam masakan Rendang juga terdapat filosofi. Sumatera Barat merupakan tempat dengann sebutan Negeri Seribu Surau.

Ranah minang adalah warisan Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Tempat ini merupakan saksi sejarah Kolonialisme Belanda. Padang tumbuh menjadi kota perdagangan sejak abad ke 18. Perjalanan panjang Ranah Minang terekam dalam jejak kuliner. Sebab bumbu dan rasa juga menyimpan riwayat. Minangkabau tidak hanya identik dengan tradisi dan kearifan lokalnya. Namun yang menjadi kekhasan dari Minangkabau adalah warisan turun-menurun dari sisi kulinernya.

Rendang adalah masakan khas Minang yang dimasak dengan bumbu melimpah dan santan dalam waktu yang cukup lama. Santan Kelapa adalah bahan dasar utama masakan Minang. Santan diolah dengan sayur, ikan, daging dengan banyak bumbu. Karena dulu orang Minang suka merantau, mereka harus membuat makanan yang tahan lama.

Rendang mencerminkan sendi peradaban minang. Daging adalah simbol ninik mamak bagi pemuka adat, cabai ibarat alim ulama yang tegas menegakkan syariat Islam, bumbu adalah cermin masyarakat umum, dan kelapa adalah simbol kaum intelektual. Itulah sebabnya masakan ini ditempatkan pula sebagai penada status sosial seseorang.

Butuh waktu tiga jam untuk memasak rendang di kuali yang berukuran besar. Sebenarnya Rendang Padang itu tidak hanya Rendang Daging, tapi juga ada jenis-jenis Rendang lain yang tidak kalah unik dan pastinya tidak kalah nikmat.




Sumber : CNN Indonesia 

Nikmatnya Mie Kondang Yang Melegenda

Terhidang dimana-mana, tersaji kapan saja, penikmatnya berbagai kalangan dan berbagai usia. Inilah sajian istimewa yang hadir bersama rebusan sayur dan daging ayam cincang berbumbu istimewa. Mie Ayam, banyak disuka dan banyak pula kedai penyajinya. Di Ibukota, salah satu yang terkenal dan melegenda terhidang di kawasan Petukangan Utara yakni Mie Kondang. Hadir sejak 1984, lekat lezatnya tetap sama. Penuturan salah satu pelanggan bernama Lukman Fauzi “Kenapa saya suka langganan mienya, ya karena mienya beda sama yang lain. Dia lebih kenyal dan lebih enak. Pokoknya pas di lidah itu beda rasanya dan aku sudah nyoba ke mie yang lain, pokoknya mie disini beda saja rasanya”.

Image : twitter @MieKonDang

Pertahankan kesederhanaan tapi juga setia hadirkan kejutan rasa bagi yang baru menikmatinya. Itu sebabnya, sajian kedai ini sukses memikat para pecinta kuliner. Pelanggan yang lain bernama Suyani menuturkan “Karena enak, mienya nggak melar, daging dan tulangnya enak semua serta kuanya selalu segar. Dan saya sudah puluhan tahun”. Menu legendaris hadir atas olahan tangan Sakijan. Kini sang maestro sudah lanjut usia. Pengelolaan kini beralih ke generasi kedua.

Baca Juga :
Bakso Abah Killer, Super Pedas dan Punya Tiga Level
Nikmatnya Sate Buntel Yang Dibungkus Lemak

Salah satu pemilik Kedai Mie Ayam bernama Pandiono menuturkan “Setidaknya kalau mienya kita buat sendiri, maka itu lebih bisa untuk mengontrol kualitasnya. Contoh dari segi kekenyalan, dari segi rasa serta menghasilkan kualitas yang lebih bagus, itu bisa kita kontrol. Tetapi kalau kita beli mie di pasar, maka standar kualitasnya ya hanya seperti itu saja dan kita tidak bisa untuk menambah”. Untuk menjaga konsistensi, maka suplai kedelapan gerai berhulu ke satu dapur. Soal kualitas terjaga dengan membuat semua sendiri. Dalam sehari rumah produksi ini hasilkan sedikitnya 5000 porsi mie. Dari 500 kg tepung terigu dan 200 butir telur bebek.

Selain komposisi bahan, sejumlah tahapan teknik juga merupakan buah dari pengalaman panjang yang kemudian menjadi pangkal dari rasa dan tekstur yang prima. Seperti cara pemipihan, berlangsung tujuh kali demi hasilkan kadar air dan kekenyalan yang pas. Setelah itu mie masih melalui dua kali penipisan agar ketebalan dari lembaran mie terjaga. Hasilnya tekstur kenyal dan pas dan mie tak mudah putus. Tak berpengawet, mie bertahan maksimal 18 jam. Karenanya, pembuatan berlangsung dua kali yakni pada pagi dan siang hari.

Untuk urusan pemilihan daging ayam, maka yang digunakan hanya ayam yang sudah tidak bertelur lagi yang masuk dalam kriteria bahan utama. Karena jenis ini tidak mudah hancur saat direbus lama bersama bumbu. Bumbunya sendiri sederhana, kunci kelezatan ada pada kolaborasi kecap asin dan saus tiram sebagai pencipta gurih segar istimewa. Untuk melengkapi kekhasan, bakso juga hasil buatan sendiri. Dengan dominasi bahan daging yang berkualitas, dan hanya menggunakan sedikit tepung sagu aren sebagai perekat. Walaupun tampilannya sederhana, namun rasanya nendang banget. Dari kenyalnya mie, lembutnya ayam dan juga gurihnya kaldu tak cuma memikat para pelanggan rutin namun juga memikat mantan presiden kita yakni Susilo Bambang Yudhoyono.



Sumber : Net.Tv

Nikmatnya Sate Buntel Yang Dibungkus Lemak

Berburu kuliner jenis sate di tanah air dengan rasa unik dan khas daerah seolah tidak ada habisnya. Salah satunya di Semarang Jawa Tengah, disana ada Sate Buntel. Bahan baku jenis makanan ini merupakan daging kambing.

Image : okezone.com

Daging ini dicincang kemudian dibentuk bulat lonjong menggunakan kepalan tangan. Agar mudah dicincang dan teksturnya lembut, dipilihlah jenis kambing muda dan tentu yang masih segar. Untuk satu tusuk sate buntel, membutuhkan daging sekitar dua ons yang kemudian dibungkus dengan lembaran lemak.

Baca Juga :
Menikmati Soto Sedap Boyolali Hj. Widodo
Makan Bakso di Warung Bakso Mas Brewok

Lemak ini tidak hanya sebagai buntel ataupun bungkus, tetapi sekaligus juga untuk menambah rasa gurih. Setelah pembalutan lembaran lemak, Sate Buntel dibalur bumbu rempah-rempah. Selain berfungsi sebagai penyedap rasa, rempah-rempah ini juga sekaligus dapat menyerap bau khas daging kambing.

Agar didapatkan pembakaran sempurna, bulatan Sate Buntel dibelah dan dibuat pipih. Proses pembakaran menjadi bagian yang sangat penting karena menentukan kualitas hasil sate. Bara api yang digunakanpun tidak boleh terlalu besar karena balutan lemak sangat mudah terbakar.

Bila bara api terlalu besar maka tekstur daging akan gosong dan menghitam. Setelah dibakar sekitar 10 menit, Sate Buntel pun akan terlihat berwarna kecoklatan dan bau harumpun menyeruak. Untuk penyajian, setiap porsi hanya terdiri dari dua tusuk yang diberi tambahan bumbu bawang merah dan jeruk nipis.

Tak lupa sate yang masih panas itu disiram kecap manis sebagai pelengkap. Sang Pemilik, Tina Wibowo tertarik menciptakan menu olahan Sate Buntel karena ingin menciptakan jenis sate yang berbeda. Menurut Tina, Satu tusuk Sate Buntel itu sama dengan lima tusuk sate biasa, namun jika lima tusuk sate biasa itu dijadikan satu buntel maka tidak akan sebesar satu tusuk Sate Buntel.

Jadi lebih pastinya satu tusuk Sate Buntel akan lebih puas dan nikmat untuk dinikmati karena porsinya lebih besar dan lebih mengenyangkan. Kreativitas inipun berubah manis. Kini Sate Buntel buatannya menjadi menu favorit konsumen. Pengemarnyapun tidak hanya kalangan tertentu, namun dari semua kalangan baik itu remaja, dewasa ataupun lanjut usia.

Nah, bagi anda yang sudah bosan dengan sate yang itu-itu saja. Maka menu sate yang satu ini bisa jadi opsi kuliner anda saat anda berada di Semarang. Untuk menikmati sate berukuran jumbo ini, pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena harnya hanya 50 ribu rupiah per porsinya.

Sumber : iNews.TV

Bakso Abah Killer, Super Pedas dan Punya Tiga Level

Berjalan di sekitar Jalan Klampis Semolo Timur Surabaya ada satu warung bakso yang harus anda coba. Ini tantangan untuk anda yang mengaku penyuka pedas. Nama kedainya adalah Bakso Abah Killer. Apa yang menarik dari makanan berkuah ini?

Image : thetravellernews.com

Disamping pentolnya pedas, ternyata kuahnyapun super pedas. Menu bakso ini tergolong tidak biasa, karena ada pilihan level mulai dari level satu sampai dengan level tiga. Bakso level satu dinamakan Killing Me Softly, level dua Killing Me Inside, dan level tiga Killingan Mantan.

Baca Juga :
Makan Bakso di Warung Bakso Mas Brewok
Bakso Rusuk Salad Solo Di Yogyakarta

Beragam jenis bakso ada disini, mulai dari Bakso Keju, Bakso Jamur, dan yang unik yang sudah saya sebutkan tadi yaitu Bakso Killingan Mantan. Menu bakso yang terakhir inilah yang menjadi favorit pilihan para pengunjung di Bakso Abah Killer.

Saat membuat bulatan bakso ternyata didalamnya terlebih dahulu dimasukkan adonan sambal. Nah, di dalam satu porsi bakso tersaji bakso yang pentolnya pedas, kuahnya super pedas, dan masih ditaburi dengan cabe. Sudah kebayang bukan pedasnya seperti apa? Sehingga dipastikan para pecinta kuliner pedas ketagihan setelah menyantap Bakso Abah Killer.

Harga satu porsi bakso dibanderol antara Rp. 14.000 hingga Rp. 18.000. Di kedai ini tak kurang sekitar 400 porsi bakso ludes terjual setiap harinya. Berdiri sejak tahun 2015, tempat ini mempekerjakan anak jalanan sebagai pramusaji dan pegawai warung. Sebagian dari mereka adalah anak putus sekolah yang baru berusia muda.

Sang pemilik warung sengaja mempekerjakan anak jalanan agar mereka punya kemandirian dan mengurangi angka pengangguran. Bermodal uang hanya 1 juta rupiah, kini Kedai Bakso ini telah mampu mencapai omzet sekitar 15 juta rupiah setiap harinya.


Sumber : Net.Tv

Bisnis Makanan Cireng Salju Yang Beromzet Ratusan Juta

Cireng adalah camilan atau makanan yang bersih dan higienis, itulah konsep camilan khas Jawa Barat ini. Setiap hari lebih dari satu setengah ton tepung tapioka bersama sejumlah rempah-rempah lainnya diolah menjadi cireng. Tanpa bahan pengawet dan tanpa penyedap rasa. Resep ini didapat dari sejumlah percobaan demi demi menghasilkan cireng yang lembut meski didiamkan cukup lama.

Image : cirengsalju.com

Proses pembuatan pun dilakukan secara sistematis mulai dari pengolahan, pengadukan, pengeringan hingga pendinginan. Semua kegiatan produksi berlangsung di Serpong Tangerang Jawa Barat. Empat tahun berjalan, usaha tersebut mampu memproduksi 2.500 hingga 3.000 bungkus per hari. Di dalam satu bungkus ada 20 cireng dan dijual seharga Rp. 18.000.

Dikemas bersama sambal rujak atau kacang, cireng mampu tahan empat hari dalam suhu normal, dua minggu di lemari pendingin, hingga satu bulan jika disimpan di freezer. Bisnis Cireng Salju dimulai sejak tahun 2011 oleh tiga orang sahabat. Mereka adalah Muhammad Catur Gunadi, Najib Wahab Mauludin dan Dhimas Ari Tedjo.

Masing-masing memiliki peran tersendiri. Ada yang bertanggung jawab mengawasi produksi, pemasaran, hingga usaha secara keseluruhan. Mereka bertiga juga masih bekerja di salah satu perusahaan nasional terbesar di Indonesia. Usaha mereka ini memang sebuah aplikasi dari tempat mereka bekerja saat ini.

Tiga sahabat ini juga mampu mengontrol sistem dan kontrol dengan baik. Adapun komunikasinya, biasanya mereka menggunakan media sosial grup sehingga usaha mereka ini tetap berjalan dengan baik. Usaha yang bermodal awal dibawah Rp. 100.000 ini kini memiliki 25 tenaga kerja. Mereka juga melibatkan lebih dari 30 distributor di seluruh Indonesia untuk membantu penjualan.

Anda tahu berapa onzetnya? Ternyata omzetnya tidak main-main, Rp. 400 juta setiap bulannya. Salah satu konsumen kudapan ini adalah artis cantik bernama Celine Evangeline. Menurutnya artis tersebut, Cireng Salju memiliki rasa yang gurih dan tidak terlalu berminyak. Karena menurut Celine kebanyakan cireng-cireng lainnya menyerap minyak namun Cireng Salju tidak.

Walaupun sempat mengalami kendala pada sumber daya manusia dan kekurangan bahan baku saat musim penghujan tiba, UKM ini tetap berjalan bahkan terus berkembang hingga kini. Sungguh suatu usaha kreatif yang memotivasi kita bukan?


Sumber : Net Tv

Es Buah Bunuh Diri, Porsi Besar Harga Murah

Nama warung atau jenis kuliner memang terkadang banyak diambil dari citarasa apa yang disajikan. Nah, di Solo ada pedagang es buah yang menamakan produknya dengan sebutan Es Buah Bunuh Diri. Apakah anda sudah bisa membayangkan maksudnya? Ternyata warung es buah ini memiliki cerita tentang salah satu pelanggannya. Dan ceritanya memang cukup konyol.

Image : imgrum.org

Seorang mahasiswa jurusan olahraga di Solo pernah ada yang memesan es buah ini setelah ia selesai melaksanakan kegiatan di lapangannya. Nah, setelah ia selesai memesan dan dihidangkan es buah ini, iapun langsung menyantapnya. Karena lahapnya menyantap es buah, mahasiswa inipun akhirnya kekenyangan dan akhirnya mengantuk. Saking mengantuknya, iapun tertidur di warung es buah tersebut.

Baca Juga :
Gudeg Jogja, Sebuah Masakan Khas Yang Sangat Terkenal di Nusantara
Fakta Dibalik Jajanan Pasar Khas Indonesia

Menurut sang pemilik warung es buah yakni Ahmadi Mustofa, peristiwa lucu tersebut terjadi pada tahun 2010. Menurut penuturannya, kebanyakan pelanggannya berasal dari kalangan mahasiswa khususnya dari UNS. Khususnya bagi mahasiswa-mahasiswa jurusan keolahragaan. Biasanya mereka setelah dari Stadion Manahan dan lapangan-lapangan lainnya, banyak yang mampir ke warungnya. Nah, kisah mahasiswa yang kekenyangan dan ketiduran (klenger) itulah yang menjadi ide bagi penamaan warungnya.

Jadi apakah anda tertarik mencoba Es Bunuh Diri? Ya, warung es buah Ahmadi Mustofa ini berada di kawasan kampung Badik Kauman Solo. Tepatnya di sebelah barat Toko Batik Gunawan Setiawan. Buka mulai pukul 10 hingga jam 6 sore, warung ini cukup menjadi sasaran pembeli. Minuman yang terdiri dari buah-buahan lengkap, janggelan, rumput laut dan tambahan susu ini disajikan dengan mangkuk yang berukuran besar. Pengunjung bisa menikmati Es Buah Bunuh Diri ini dengan membayar Rp. 6.000 saja.

Dengan porsi yang berukuran jumbo, es ini tergolong sangat murah. Buah dikupas dadakan setelah ada pembeli yang memesan. Hal ini dilakukan untuk menjaga buah tetap segar. Dalam sehari warung ini bisa melayani kurang lebih 500 pembeli.





Sumber : Solopos Tv







Kategori

Kategori