9 Fakta Menarik Tentang Bayi Tabung

Pasangan mana sih di dunia ini yang tidak ingin punya momongan? Tentunya semua ingin bukan? Namun, pada kenyataanya apakah semua pasangan tersebut bisa mendapatkan keturunan. Tidak sedikit dari mereka yang merasa kesulitan untuk mendapatkan buah hati. Beberapa kasus  yang pernah ditangani oleh seorang dokter, kebanyakan dari pasien mengalami infertilitas atau ketidaksuburan. 


Selain memberikan berbagai macam saran, kadang dokter juga langsung menyarankan kepada pasien untuk ikut dalam proses bayi tabung atau vitro fertilization (IVF). Sebelum memutuskan segala sesuatunya, anda tentu mau tahu tentang gambaran beberapa hal, dimulai dari prosedurnya, tingkat keberhasilannya serta resiko yang mungkin bisa ditimbulkan. Nah, berikut ini merupakan gambaran secara singkat IVF yang penting untuk anda ketahui.

1. Infertilitas wanita menyumbang 40% dari seluruh kasus sulitnya mendapatkan keturunan, sedangkan infertilitas pria menyumbang 30% dan 30% sisanya disebabkan oleh infertilitas kedua pasangan dan infertilitas yang tidak bisa diceritakan.

2. Pada awalnya IVF dikembangkan guna menolong wanita yang mempunyai masalah dengan saluran tuba mereka. Saat ini, IVF dipakai dengan lebih luas bagi bermacam masalah pada kesuburan.

3. Selama masa perawatan IVF, ovarium biasanya dirangsang menggunakan obat penyubur agar mampu mendorong produksi lebih dari satu sel telur pada satu waktu tertentu. Kemudian sel telur dikumpulkan dan dibuahi dengan sperma milik pasangan di laboratorium sebelum dilakuakn injeksi ke dalam rahim.

4. Keberhasilan IVF bergantung pada beberapa faktor, termasuk penyebab infertilitas, prosedur dan teknik yang dilakukan dan usia anda. Prosedur IVF rata-rata berhasil membuahkan kehamilan sebanyak 29,4% dari seluruh siklus (lebih rendah atau lebih tinggi tergantung kepada usia si wanita). Persentase siklus yang membuahkan kelahiran hidup adalah rata-rata 22,4% (lebih rendah atau lebih tinggi tergantung kepada usia si wanita).

5. Wanita yang usianya berada di bawah 35 tahun dan menjalani IVF, maka dia memiliki kesempatan mempunyai bayi sebanyak 39,6%. Sedangkan wanita yang usianya diatas 40 tahun sebanyak 11,5% saja.

6. Kemungkinan terjadi efek samping dari injeksi obat-obatan kesuburan mencakup : nyeri dan memar ringan pada tempat suntikan, mual-mual dan kadangkala muntah, adanya reaksi alergi yang bersifat sementara seperti kulit yang memerah ataupun gatal pada tempat suntikan, nyeri pada payudara dan keputihan, merasakan kelelahan dan perubahan suasana hati, sindrom hiperstimulasi ovarian (OHSS).

7. Gejala OHSS termasuk juga mual, kembung, ketidaknyaman ringan di sekitar ovarium. Umumnya, gejala akan hilan sendiri tanpa pengobatan dalam beberapa hari sesudah pengumpulan telur.

8. Pada beberapa kasus yang parah, OHSS bisa mengakibatkan sejumlah besar cairan yang terkumpul di dalam perut dan juga paru-paru, mengakibatkan pembesaran ovarium, dehidrasi, terasa sulit untuk bernafas dan sakit perut yang cukup parah. Jarang sekali (tidak lebih dari 1%) OHSS bisa mengakibatkan pembekuan darah dan gagal ginjal.

9. Resiko cacat lahir pada populasi umum sebesar 2% sampai 3% dan sedikit lebih tinggi pada pasien infertil. Resiko ini sebagian besar karena konsepsi yang mengalami penundaan dan penyebab infertilitas yang mendasari sebelumnya.

Menikmati Bakso SKM Pejaten “Sido Mandiri”

Halo sahabat sekalian, apa kabar kalian hari ini. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya pribadi berwisata kuliner. Pengalaman saya ini terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Maret 2017. Tempat makan tujuan saya dan istri saya ini berada di wilayah Pejaten Pasar Minggu. Namanya Bakso SKM Pejaten “Sido Mandiri”. Lokasinya berada di Jalan Pejaten Raya Pasar Minggu. Jika anda kebetulan melewati Jalan Warung Jati Baru, maka lokasinya sekitar 900 meter dari Pejaten Village atau sekitar 3 menit saja dari pusat perbelanjaan tersebut. Namun bila anda kebetulan tahu Universita Nasional maka jaraknya dari kampus tersebut sekitar 450 meter atau sekitar 6 menit saja. 


Namun awal mula saya mampir ke warung bakso, mie ayam dan es kelapa muda ini bukanlah suatu kesengajaan. Karena pada awalnya tujuan saya bukan kesana melainkan waktu itu saya baru saja pulang dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saya pergi ke rumah sakit tersebut untuk menjenguk tetangga saya yang sedang dirawat karena sakit lupus selama lebih dari 3 mingguan. Dan  baru hari itu saya dan istri bisa menjenguknya, karena kebetulan istri dan anak-anak saya berada di rumah neneknya yaitu Pasar Minggu. Kembali ke soal makanan, bakso yang tempatnya cukup luas ini memang sudah terkenal dari dulu akan keramaiannya.

Baca Juga :
Bakso Rusuk Salad Solo Di Yogyakarta
Menikmati Soto Sedap Boyolali Hj. Widodo

Bahkan sebelum saya menikahpun, tempat makan ini sangatlah ramai. Yang menarik dari sajian di rumah makan ini bagi saya adalah semua makanan baik itu bakso, mie ayam maupun minuman es kelapanya sangatlah enak di lidah saya. Bagaimana? Apakah anda penasaran ingin mencoba makanan disini? Saya rasa anda penasaran bukan? Bukti nyata yang menjamin bakso, mie ayam, dan es kelapa yang ada di  Bakso SKM Pejaten “Sido Mandiri” ini adalah istri saya sendiri. Dia mengatakan bahwa mie ayamnya enak, sebab saat itu kami memang memesan dua mangkuk mie ayam. Dan istri saya bilang kalau mie nya kenyal, dan ukuran minya juga tidak terlalu besar alias menggunakan mie kriting. Pokoknya dijami muantep deh.

Berikut ini saya akan tampilkan daftar menu beserta harganya yang ada di Bakso SKM Pejaten “Sido Mandiri” yaitu :

•    Bakso : Rp. 16.000
•    Mie Ayam Bakso : 16. 000
•    Mie Ayam : Rp. 11.000
•    Nasi : Rp. 5.000
•    Es Kelapa Besar Jeruk : Rp. 16.000
•    Es Kelapa Kecil Jeruk : Rp. 10.000
•    Es Kelapa Besar : Rp. 14.000
•    Es Kelapa Kecil : Rp. 8.000
•    Es Teler : Rp. 12.000
•    Alpukat : Rp. 12.000
•    Es Teh Manis : Rp. 5.000
•    Es Jeruk : 8.000
•    Teh Botol : Rp. 5.000
•    Es Tea : Rp. 5.000
•    Aqua Botol : Rp. 3.000           
•    Sprite : Rp. 6.000
•    Prutea : Rp. 5.00
•    Fres Tea : Rp. 5.000
•    Aqua Gelas : Rp. 1.000
•    Coca-Cola/Fanta : Rp. 6.000
•    Milk Shake Cappucino : Rp. 6.000
•    Milk Shake Stroberry : 6.000
•    Milk Shake Coklat : Rp. 6.000
•    Milk Shake Bluberry : Rp. 6.000
•    Milk Shake Vanila Blue : Rp. 6.000
•    Milk Shake Vanila Late : Rp. 6.000
•    Jus Semangka : Rp. 10.000
•    Jus Jeruk : Rp. 10.000
•    Jus Jambu : Rp. 10.000
•    Jus Melon : Rp. 10.000
•    Jus Tomat : Rp. 10.000
•    Jus Mangga : Rp. 10.000
•    Jus Sirsak : Rp. 10.000
•    Jus Troberry : Rp. 10.000

Nah, itu tadi persembahan dari saya untuk anda berupa artikel yang berjudul Menikmati Bakso SKM Pejaten “Sido Mandiri”. Semoga artikel saya yang sederhana ini sedikit bisa memberikan alternatif pilihan bagi anda yang ingin berwisata kuliner ke tempat-tempat yang baru. Terima kasih sudah bersedia mampir ke blog saya ini. Sampai jumpa lagi

Untuk Reproduksi Berbantu, Anda Pilih Mana? Inseminasi atau Bayi Tabung?

Pasangan Suami Istri yang telah menunggu hadirnya momongan dalam tenggang waktu yang sangat lama tentu membuat mereka ingin mencari solusi terbaiknya. Alternatif solusi yang bisa ditempuh yaitu dengan teknologi dimana bisa membantu dalam melakukan reproduksi. Teknologi yang dimaksudkan disini, secara umum terdiri dari dua metode. Metode pertama dengan inseminasi dan metode kedua dengan istilah bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). 


Walaupun secara sekilas terkesan mirip, namun ternyata dua metode ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Kalau sudah begini, metode apakah yang paling tepat? Inseminasi ataukah bayi tabung? Menurut Ivan Sini, Kepala Morula INF Indonesia menjelaskan bahwa secara garis besar prinsip inseminasi adalah proses mengambil sperma pihak suami, untuk diproses di laboratorium. Sperma ini akan dicuci dan dipilah-pilah mana yang kalitasnya lebih baik.

Baca Juga :
Tahukah Anda Kenapa Bayi Sering Rewel Saat Tidur?

Selanjutnya, sperma yang telah dipilah dan berkualitas tersebut dimasukkan ke liang vagina wanita dengan menggunakan alat khusus hingga membuahi sel telur si istri. Ivan melanjutkan, kalau bayi tabung pada prinsipnya yaitu pengambilan sperma sang suami dan pengambilan sel telur sang istri. Kedua bahan pokok ini kemudian diproses di dalam laboratorium. Seperti yang pertama, bahwa sperma dan sel telur akan dipilah-pilah kualitasnya, lalu setelah terseleksi maka langkah berikutnya disatukan secara in vitro.

Sesudah membentuk embrio, barulah nanti ditanamkan ke dalam rahim sang istri.  “Prinsip yang berlainan tersebut akhirnya menghasilkan tingkat keberhasilan yang juga berbeda. Tingkat keberhasilan dari bayi tabung secara umum bisa dibilang cukup memuaskan” kata dokter spesialis kebidanan di Rumah Sakit Bunda ini. Ivan melanjutkan, bagi istri yang usianya masih dibawah 35 tahun, jika ingin menempuh inseminasi maka peluang keberhasilannya sekitar 10-15 persen saja.

Sedangkan jika mau menggunakan bayi tabung, maka tingkat keberhasilannya lebih baik yaitu 40-45 persen. Dilain sisi, bila dibandingkan dengan bayi tabung, maka biaya yang dikeluarkan untuk inseminasi secara umum jauh lebih murah. Untuk inseminasi biaya yang diperlukan sekitar Rp. 5 juta sampai Rp. 7 juta. Sedangkan bila menggunakan bayi tabung maka biayanya bisa mencapai angka puluhan juta rupiah.

Menurut salah seorang pasien bernama “Menus Sudibyo” yang memakai metode bayi tabung mengatakan, saat usia masih belum terlalu tua atau sekitaran 35 tahun dan fisik yang relatif seha, biasanya pertama-tama yang ditawarkan kepada pasien adalah inseminasi terlebih dahulu. Akan tetapi, jika usia ibu sudah mencapai 45 tahun atau bahkan lebih, dan ingin segera mempunyai momongan, mungkin dengan metode bayi tabung bisa menjadi pilihan yang tepat baginya.


Kategori

Kategori