Pengalaman Jalan-Jalan Di Kebun Binatang Ragunan

Assalamu'alaikum sahabat sekalian. Apa kabar kalian hari ini? tentunya senantiasa baik-baik saja bukan? Semoga kalian selalu sehat dan dalam lindunganNya ya, amin. pada kesempata kali ini saya akan berbagi artikel yang saya beri judul "Pengalaman Jalan-Jalan Di Kebun Binatang Ragunan" untuk kalian semua. Kebun binatang Ragunan terletak di Kelurahan Ragunan Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Taman Margasatwa ini disebut-sebut sebagai kebun binantang terlengkap di Asia Tenggara. Luas area kebun binatang ini mencapai 140 hetare. 


Baca Juga : 

Koleksi binatang yang ada didalamnya sekitar 295 spesies serta 4040 spesimen. Saya sendiri sangatlah familier dengan kebun binatang ragunan. Sebab orang tua saya tinggal di Kelurahan Kebagusan yang lokasinya berada di Pintu Timur Kebun Binatang yang dipindahkan dari Cikini Menteng sejak 1969 ini. Dulu sewaktu saya masih SMA dan tinggal di Kediri Jawa Timur, saat liburan tiba saya sering main ke Kebun Binatang ini bersama teman-teman saya di Kebagusan. Karena kami semua sudah kenal dan akrab dengan security yang jaga, kami beramai-ramai sering masuk dengan gratis tanpa harus membayar sepeserpun.

Karena seringnya saya berjalan-jalan dan bermain di dalamnya, sayapun sampai hafal tempat-tempat binatang sehingga ketika ada orang yang bertanya tentang lokasi binatang, saya bisa dengan mudah menunjukkan lokasinya. Sampai saya lulus SMA pun saya masih bisa masuk dengan gratis melewati Kebun Binatang. Pernah selama satu bulan penuh saya selalu masuk melewati Ragunan hanya untuk numpang lewat menuju ke Terminal Ragunan yang letaknya berada di Pintu Utama. Saat itu saya lewat karena akan naik Kopaja jurusan Pejompongan untuk bekerja. Namun kini pengamanan di Taman Margasatwa Ragunan sudah ketat, dan setiap orang yang masuk wajib membayar tiket tidak peduli apakah itu warga sekitar ragunan atau tidak.

Kini setelah saya memiliki istri dan anak saya masih beberapa kali berkunjung ke Ragunan untuk berjalan-jalan dan memberikan hiburan bagi anak saya yang masih kecil. Biaya masukknya masih cukup murah yaitu 3.500 rupiah saja. Tempat-tempat favorit saya adalah area burung, gajah, jerapah, harimau putih dan buaya. Untuk lokasi burung anda bisa lewat pintu utara atau utama, lokasi gajah, jerapah dan zebra bisa lewat pintu barat, dan lokasi harimau putih, onta, anoa, dan buaya bisa lewat pintu timur. Disamping itu terdapat juga area bermain anak-anak tak jauh dari pintu barat. Bagi anda yang tidak ingin capek berjalan terlalu jauh, anda bisa menyewa sepeda ataupun naik kereta mini yang sudah disediakan oleh panitia di pintu utama.

Delman, gajah tunggang, dan onta tunggang ada juga di Taman Margasatwa ini. Saya, istri serta anak saya kalau lapar maupun haus tidak bingung untuk mencari makanan maupun minuman di lokasi ini, sebab di kanan kiri jalan biasanya sudah disediakan stand-stand pedagang yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Tapi kalau saya sendiri terkadang membawa makanan sendiri dari rumah, sehingga tidak perlu repot-repot membeli makanan di dalam. Tinggal gelar tikar di rumput di bawah pohon, maka kami bisa makan sepuasnya dengan keluarga tercinta. Bagaimana dengan anda? Anda tertarik untuk berkunjung ke kebun binatang ragunan?

Demikianlah artikel saya tentang “Pengalaman Jalan-Jalan Di Kebun Binatang Ragunan”. Semoga bisa menambah sedikit pengetahuan bagi sahabat kalian yang ingin berkunjung kesana. Terima kasih telah membaca artikel saya di blog sederhana saya ini. Wassalamu’alaikum.

Pengalaman Jalan-Jalan ke Lembang Bandung

Assamu’alaikum sahabatku sekalian. Apa kabarnya kalian hari ini? Tentunya masih dalam keadaan yang baik-baik saja bukan. Saya doakan semoga kalian sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT ya, amin. Pada pertemuan kali ini saya akan berbagi pengalaman pribadi saya tentang “Pengalaman Jalan-Jalan ke Lembang Bandung”. Perjalanan ke Lembang Bandung ini saya lakukan bersama dengan teman-teman saya satu kantor. Kebetulan kami mendapat jatah liburan ke salah satu hotel yang ada di Lembang Bandung. Kami berangkat sabtu pagi dari Kebayoran Baru Jakarta Selatan tempat kantor kami berdiri. 12 unit armada bis sudah disiapkan perusahaan untuk mengantarkan kami menuju Ibukota Provinsi Jawa Barat tersebut.



Baca Juga :
Pengalaman Jalan-Jalan Ke Candi Prambanan
Pengalaman Jalan-Jalan Ke Candi Borobudur

Seluruh karyawan pusat mendapat jatah liburan dan dipersilahkan membawa keluarganya ikut berlibur disana. Setelah Jumat sore kami seluruhnya menerima kaos yang bertuliskan lambang perusahaan, maka Sabtu paginya sekitar jam 7.00 wib kami sudah berkumpul di halaman kantor dengan menggunakan seragam tersebut. Panitia pelaksana memberikan sedikit briefing kepada kami semua tentang segala macam kegiatan dan acara yang akan diikut oleh seluruh peserta. Kata sambutan dan ucapan selamat jalanpun disampiakan oleh Direktur kepada para karyawannya saat hendak berangkat. Armada bis yang kami gunakan saat itu adalah bis Arimbi yang biasanya beroperasi antara Jawa Sumatera.

Keberangkatan kamipun diiringi dengan rasa suka cita oleh para penumpang yang berisikan para anggota keluarga masing-masing karyawan. Hal ini berbeda dengan kondisi saya, saat itu saya tidak bisa mengajak istri saya karena sedang hamil tua dan sedang berada di Boyolali Jawa Tengah. Sehingga mau tidak mau sayapun harus pergi sendirian berlibur ke Lembang walaupun sebenarnya banyak teman – teman saya juga sendirian pergi kesana. Sehingga rasa kesepianpun bisa sedikit terobati dengan hadirnya mereka-mereka ini. Saat tiba di Lembang yaitu di Hotel Putri Gunung, waktu sudah menunjukkan tengah hari sehingga bertepatan dengan waktunya makan siang.

Sehingga setelah semua turun dari bis masing-masing, maka panitia mengarahkan seluruh karyawan untuk menuju restoran untuk langsung menyantap hidangan makan siang saat itu. Suasana kekeluargaan terasa kental dan penuh keharmonisan. Sebagian orang ada yang santap siannya dipinggir kolam renang sambil diiringi gitar yang dimainkan oleh anak-anak muda teman saya. Setelah satu jam berada di restoran, kamipun diijinkan  masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat hingga jam makan malam tiba. Saya berada satu kamar dengan teman proyek di sebuah kamar yang nomornya saya lupa. Saat jam makan malam sudah tiba, maka saya keluar dengan menggunakan kaos berwarna merah karena memang sebelum pergi ke Lembang sudah diinstruksikan oleh panitia agar menggunakan baju atau kaos berwarna merah pada acar doorprice.

Sehabis makan, acara doorprice pun dimulai dan saat itu didahului dengan berbagai acara seperti sambutan direksi, sambuatan perwakilan karyawan, acara lagu, dan ditutup dengan doorprice. Saya saat itu mendapatkan 1 buah dvd player. Sedangkan teman satu kamar saya mendapatkan 1 buah lemari es berukuran besar. Di pagi harinya acara dilanjutkan dengan senam pagi dan foto bersama. Sesudah foto ada acara hiburan untuk anak-anak dan juga bagi-bagi hadiah dari panitia berupa uang tunai jka memenangkan lomba yang diadakan saat itu. Yang paling seru adalah saat ada sebar uang yang dilakukan oleh salah satu kepala cabang dari Indonesia Timur. Dia menyebarkan uangnya sekurangnya habis 10 jutaan lebih.

Saya sendiri dari hasil sebar uang tersebut berhasil terkumpul 700 ribu rupiah. Walaupun badan sakit-sakit dan sedikit luka lecet, saya tetap senang karena berhasil mendapatkan uang walaupun tidak mendapatkan doorprice yang besar semalam. Selesai acara lomba tersebut seluruh karyawan digiring menuju kamar masing-masing untuk mandi dan merasakan makan siang bersama di restoran. Sesudah itu acarapun selesai, dan kami dipersilahkan membereskan barang-barang dikamar untuk bergegas pulang kembali ke Jakarta. Rasa lelah namun gembira menyelimuti kami semua ketika kembali ke Jakarta. Kenangan di Lembang tidak akan terlupakan bagi saya walaupun saat itu saya tidak mengajak anak dan istri.

Demikianlah artikel saya yang bercerita tentang “Pengalaman Jalan-Jalan ke Lembang Bandung”. Semoga tulisan yang sederhana ini bisa menjadi inspirasi bagi anda yang membacanya. Terima kasih sudah mau membaca artikel sederhana ini. Wassalamu’alaikum


Mengenal Kota Padang Dan Perkembangannya

Assalamu’alaikum sahabat sekalian, apa kabar kalian hari ini? Tentunya baik-baik saja bukan? Saya doakan semoga senantiasa diberikan kesehatan, panjang umur dan banyak rejeki ya, amin. Pada kesempatan yang berbahagia ini ijinkan saya berbagai artikel sederhana dan pendek yang saya beri judul ‘’Mengenal Kota Padang Dan Perkembangannya’’. Jika ada yang bertanya tentang apa kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera? Maka jawabannya adalah Kota Padang ibukota Provinsi Sumatera Barat. Untuk hari jadi Kota Padang itu sendiri ditetapkan mulai tanggal 7 Agustus 1669. Pada masa penjajahan Belanda, kota padang sempat menjadi pusat dari perdagangan teh, kopi, rempah-rempah bahkan emas.


Di Indonesia sendiri sebutan padang sangat identik dengan dua buah legenda masyarakat yang tidak terlupakan yaitu Siti Nurbaya dan Malin Kundang. Walaupun sebenarnya orang yang berasal dari Sumatera Barat lebih suka kalau disebut dengan sebutan orang minang, namun entah mengapa secara umum orang Indonesia kalau menyebut orang dari Sumatera Barat pasti dengan sebutan Orang Padang. Salah satu yang terkenal dari kota ini adalah nama pelabuhannya, yaitu pelabuhan Teluk Bayur. Dulunya pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan tempat keluar masuk eksport – import ke Sumatera Barat dari luar.

Baca Juga :
Sejarah Kota Medan
Sejarah Kota Bandung

Karena posisi Kota Padang sangat dekat dengan pantai, maka pemerintah daerah mulai berfikir keras. agar konsentrasi warga tidak berada di bibir pantai. Salah satu upaya dari Pemerintah Daerah adalah memindahkan kawasan permukiman dan pusat pendidikan ke wilayah timur Kota Padang, sedangkan kawasan barat dijadikan kawasan komerisal perkotaan dan kawasan bisnis. Kota yang kini telah menerapkan RTH dan mengembangkan hutan kota ini telah beberapa kali menyabet penghargaan sebagai kota terbersih yaitu mendapatkan 17 kali penghargaan Adipura dari Presiden.

Meskipun sebagaian besar penduduk Kota Padang merupakan orang Minangkabau asli, namun terdapat juga beberapa etnis dari suku lain di Indonesia seperti Nias, Jawa, Mentawai, Batak, Tionghoa, dan Tamil. Namun yang paling terkenal sebenarnya dari kota ini adalah masakannya. Hampir di seluruh pelosok kota besar di Indonesia terdapat rumah makan padang. Ciri khas masakan yang bersantan dan pedas menjadikan masakan khas orang Minangkabau secara umum ini digemari oleh banyak orang. Siapa yang tidak suka Gulai, Rendang, Ayam Pop, Terung Balado dan masih banyak lagi. Di Padang juga terdapat perusahaan semen pertama di Indonesia yaitu PT. Semen Padang yang telah berdiri seak tahun 1910.  

Demikianlah tadi pembahasan kita tentang ‘’Mengenal Kota Padang Dan Perkembangannya’’. Semoga informasi yang sedikit dan singkat ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang kota-kota yang ada di Indonesia. Terima kasih banyak atas kunjugannya ke Blog saya yang sederhana ini. Wassalamu’alaikum.

Kategori

Kategori