Keunikan dan Sensasi Soto Kelapa Bakar di Jember

Soto biasanya disajikan diatas piring atau mangkuk. Namun di Jember Jawa Timur, nasi soto disajikan dalam kelapa muda dengan campuran daging kelapa dan sambal kemiri. Rasanya semakin nikmat karena batok kelapa dibakar terlebih dahulu.

Image : 2.bp.blogspot.com

Sajian Soto Jamur Kelapa Muda Bakar menjadi menu andalan di sebuah rumah makan yang berada di Tawangsari Jember Jawa Timur. Inilah satu-satunya daerah yang menyajikan Soto langsung diatas batok kelapa. Seperti namanya, Soto Daging dipadukan dengan kelapa muda yang selama ini disuguhkan sebagai minuman segar.

Baca Juga :
Santap Pagi Soto Udang Legendaris di Medan
Soto Tangkar Tanah Tinggi Yang Legendaris


Cara pembuatannya cukup unik, pertama kulit buah kelapa muda dikupas dan dibuang airnya. Lalu daging kelapa dikerok dan dibiarkan berada di dalam batok. Selanjutnya masukkan aneka macam bumbu seperti bawang daun, bawang merah, dan kentang goreng kedalam batok dan dicampur dengan irisan daging sapi dan juga jamur yang telah direbus dengan bumbu.

Selanjutnya tambahkan kuah soto dan bakar batok kelapa anda hingga kuah kuah soto memanas. Pembakaran bisa dilakukan diatas kompor gas selama kurang lebih sepuluh menit, dan Soto Kelapa Muda Bakar pun siap dihidangkan. Dihidangkan dengan sepiring nasi dan sambal serta kecap manis, rasa dan aromanya begitu unik hingga membuat pembeli ketagihan.

Soto ini sangat cocok jika disantap dikala jam makan siang. Soto Kelapa Bakar semakin menggugah selera dengan campuran sambal kemiri yang mengeluarkan aroma rempah begitu kuat. Ide pembuatan menu unik ini terinspirasi dari melimpahnya buah kelapa muda di Jember yang mayoritas daerahnya perkebunan.

Awalnya hanya coba-coba, namun ternyata menu unik ini diminati oleh banyak orang. Harga Soto Kelapa Bakar cukup terjangkau yakni Rp. 30.000 per porsi dan bisa dinikmati untuk dua hingga tiga orang.


Sumber : Kompas Jember

Soto Tangkar Tanah Tinggi Yang Legendaris

Tanah Betawi punya beragam kuliner legendaris. Salah satunya warung Soto Tangkar Tanah Tinggi. Belum afdol rasanya jika tidak menjajal soto di warung yang berumur lebih dari 60 tahun ini. Dirintis oleh Muhammad Ihsan sekitar tahun 1950, warung ini sempat berpindah-pindah tempat. Namun warung Soto Tangkar ini tetap memilih kawasan Tanah Tinggi Jakarta Pusat sebagai warung utama dan dua cabang lainnya di Tangerang.

Image : igx.4sqi.net

Umur boleh tua, tapi rasa boleh diadu. Kuah merah soto yang khas tetap lezat di lidah setiap pelanggannya. Wajar saja, proses memasak secara tradisional jadi kunci kelezatannya. Setiap subuh jam 5 pagi lebih dari 30 kg tangkar dan daging sapi untuk soto dimasak secara perlahan. Untuk menjaga aroma kuah dan kualitas daging, tujuh kuali dimasak diatas kayu bakar. Dan racikan khas bumbu kuali ini dicampur dengan bahan baku lainnya hingga matang dan Soto Tangkar pun siap untuk dijual.

Baca Juga :
Soto Lidah Sapi di Banyuwangi
Santap Pagi Soto Udang Legendaris di Medan

Soto Tangkar berbeda dengan Soto Betawi. Perbedaannya terlihat jelas dari warna kuah dan isiannya. Soto tangkar sendiri ada dua macam yakni Soto Tangkar yang berwarna putih yang mirip dengan Soto Betawi atau Soto Betawi itu sendiri serta Soto Tangkar yang berwarna Merah yang menjadi warna resmi soto ini. Usaha turun-temurun Soto Tangkar ini sudah sampai pada generasi keempat.

Kini dibawah kendali Hasan dan adiknya Ahmad  beserta keponakannya, Soto Tangkar tetap eksis dengan resep warisan keluarga. Hasan menuturkan “Dari tahun 40 sampai dengan sekarang, saya rasa mutu belum berubah. Kalau kita punya mutu atau punya rasa sudah berubah, kayaknya pelanggan-pelanggan kita ini lama-lama akan pergi. Tapi sejak tahun 40-an yang orangnya masih hidup, sampai sekarangpun dia masih makan dan menyukai Soto Tangkar kami”.

Pelanggan setia juga datang dari lintas generasi. Dari pelanggan tua, muda hingga dari luar kota. Idrus misalnya, pria dari kalimantan ini sengaja berburu makan siang di tempat ini. Idrus menuturkan “Saya dari Kalimantan, tepatnya Balikpapan. Saya kebetulan sedang ada tugas dan coba mampir kesini lagi. menurut saya rasa Soto Tangkar disini memang saya senangi dan berbeda dengan Soto Tangkar yang lain yang pernah saya coba. Perbedaannya mungkin pada rasa / tastenya terutama kuahnya memang sangat cocok dengan kami”.

Berbeda dengan Idrus, pelanggan lainnya bernama Sujaya sudah jadi pelanggan Soto Tangkar selama puluhan tahun. baginya Soto Tangkar Tanah Tinggi memiliki cita rasa paling berbeda. Menurutnya “Saya datang kemari bersama ayah saya untuk makan Soto. Rasanya memang enak dan saya sering datang lagi kesini. Seluruh keluarga saya sudah pernah saya ajak menikmati soto disini. Saya memang sudah menjadi pelanggan tetap disini sejak harganya masih Rp. 100 per mangkuk sekitar tahun 1975”. Para pelanggan nikmat sekali melahap kuah soto.  

Pada zaman penjajahan dahulu, orang Indonesia baru mampu membeli bagian tangkar atau tulang muda daging sapi untuk dimasak. Nah, Pak Iksan mengkreasikan tangkar menjadi Soto Tangkar yang akhirnya melegenda sampai dengan saat ini.



Sumber : Net 5

Santap Pagi Soto Udang Legendaris di Medan

Irisan daging ayam atau potongan daging sapi dalam semangkuk soto mungkin sudah biasa. Nah, sebuah kedai di Medan menyuguhkan udang sebagai isian soto. Sudah ada sejak 60 tahun silam, Soto Udang Kesawan cita rasanya melegenda bagi para pecinta soto. Para pelanggan soto udang ini merupakan pelanggan lama dan bahkan ada yang turun-temurun. Rasa kuah sotonya yang khas dan udang dalam ukuran besar yang disajikan tidak berbau amis, menjadi daya tarik tersendiri.

Image : resepdanmasakan.com

Salah satunya pelanggannya adalah Ghafar, dia sudah menjadi penikmat Soto Udang sejak masih kanak-kanak. Hingga kinipun ia tetap setia untuk datang ke kedai ini. Ia menuturkan “Saya sering ke sini, terkadang seminggu bisa empat atau lima kali. Rasa soto disini sangat berbeda dengan yang lainnya. Kalau disini udangnya itu segar, terus kuahnya itu beda dengan soto yang lain di Medan. Yang membedakan, disini itu asemnya pas, dan kita memang sudah terbiasa sejak jaman kakek, bapak sampai dengan saya sekarang.

Baca Juga :
Segarnya Soto Ayam "Bok Ijo" Kediri
Soto Bokoran Berdiri Sejak Tahun 1948

Saya menjadi penikmat disini sudah lama, semenjak saya masih kecil saya sudah langganan disini”. Kedai soto mulai buka sejak jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Soto Udang Kesawan  telah buka cabang di tiga lokasi di Medan, yaitu Jalan Tamrin, Jalan Surabaya dan Jalan Sei Batanghari. Dalam sehari tiga kedai ini butuh sedikitnya 30 kg udang segar sebagai bahan baku.

Sang penjual soto bernama Ibu Dewai menjelaskan “Disini kami jualan dari sejak zaman kakek. Jadi bisa dibilang sudah sekitar 60 tahunan berada disini. Karena awalnya memang kami yang membuat atau orang tua saya yang memodifikasi Soto Udang ini. Sebelumnya kan jenis-jenis soto ada soto dari daging sapi atau ayam. Setiap warung mungkin beda-beda kuahnya, rasanya, sedangkan disini menggunakan udang laut atau udang sungai”.

Seporsi Soto Udang diharga Rp. 25.000, tersedia pula soto daging dan soto ayam dengan harga per porsi Rp. 20.000. meski kedainya sederhana, Soto Udang di jalan Ahmad Yani Medan ini tak pernah sepi pengunjung.


Sumber : Net. - IMS
   

Soto Lidah Sapi di Banyuwangi

Anda mungkin pernah menikmati Soto Ayam dan Soto Daging Sapi. Nah, apakah anda pernah mencoba Soto Lidah Sapi? Tekstur dan aroma khas lidah sapi ternyata menjadi kuliner yang banyak dicari penikmat soto di Banyuwangi Jawa Timur.

Image : travel.kompas

Tak berbeda dengan warung soto Lainnya, warung Pak Salem yang terletak di jantung Kota Banyuwangi Jawa Timur ini menyediakan kuliner soto dengan beragam pilihan. Mulai dari daging ayam, daging sapi, dan yang terbaru adalah lidah sapi.

Baca Juga :
Kuliner Legendaris Soto Padang di Jakarta
Kuliner Legendaris Soto Mencos

Meski baru, menu Soto Lidah Sapi justru sudah menjadi primadona para pelanggan yang datang. Penyajian Soto Lidah memang tak berbeda dari soto lainnya, namun soal rasa Soto Lidah diakui memiliki rasa yang khas dan tentu saja lezat. Salah satu pelanggan kedai ini bernama Subono mengatakan “Rasanya itu beda sekali, gurih yang jelas sense-nya unik”.

Pelanggan lainnya bernama Hasan juga berkata “Kalau saya menilai, soto disini rasanya khas ya. Ada manis, asam sedikit, dan rasanya beda dengan yang lain, khususnya untuk wilayah Banyuwangi”.  Kuliner Soto Lidah terbuat dari daging Lidah Sapi yang dicampur dengan daging sapi.

Untuk kuahnya dimasak dengan cara menambahkan campuran bumbu yang cukup sederhana, yaitu merica, bawang merah, bawang putih, dan kunyit. Daging Lidah dan Daging Sapi super yang telah setengah matang dipotong kecil-kecil, lalu dimasukkan ke dalam kuah yang sudah dibumbui tadi.

Setelah matang, potongan Daging Lidah lalu diangkat dan siap untuk diracik bersama bahan lainnya. Setiap satu porsi sajian terdiri dari potongan kentang rebus, tauge, seledri, lalu dibubuhi potongan telur. Dalam sehari, tak kurang dari 15 kg daging lidah dan 10 kg daging sapi, serta 30 ekor ayam habis terjual.

Sajian Soto Lidah ini berawal dari ide Robi, yakni sang pemilik warung yang ingin terus menambah variasi sotonya. Menurut penuturannya “Saya ini menambah variasi yang belum ada di Banyuwangi. Lagipula kalau melihat sajian dari Orang Tua saya, itu kan cuma pakai Ayam, Sapi, ataupun Babat, sehingga disitulah saya kepingin sajian yang lain dari yang lain”.

Selain sensasi rasanya, para pelanggan umumnya terpikat dengan menu Soto Lidah karena masih jarang ditemui di Kota Banyuwangi. Bagaimana? Anda tertarik untuk mencobanya? 

Sumber : Net. - IMS

Kuliner Legendaris Soto Mencos

Jangan mengaku suka soto kalau belum mencicipi yang satu ini. Soto Haji Sarnadi alias Soto Mencos. Kedainya boleh sederhana, tapi sajian andalannya kondang melegenda. Itu sebabnya setiap hari suasana di kedainya sangat ramai. Salah satu pengunjungnya yaitu Toto Sugiarto menuturkan “Saya sukanya disini itu yaitu pada kikilnya. Kikilnya itu tidak lengket dan tidak amis dan rasanya cukup gurih sampai tetes terakhir”.

Image : kulinerdjhajiindonesia.files.wordpress.com

Sebagian besar penikmat bahkan merupakan pelanggan setia. Hani misalnya, dia menuturkan “Aku langganan disini sejak aku berumur 12 tahun dan sekarang umurku 39 tahun. Jadi bisa dibayangin bahwa saya sudah sangat lama berlangganan disini. Aku suka Soto disini karena sumsumnya. Bahkan disadari atau tidak bahkan saya bisa order sumsum ekstra”.

Baca Juga :
Segarnya Soto Ayam "Bok Ijo" Kediri
Kuliner Legendaris Soto Padang di Jakarta

Semangkuk soto mantap dengan kuah kental dengan potongan kaki dan dengkul sapi yang lembut, kenyal, gurih, istimewa yang memenuhi isiannya. Tersaji sejak 50 tahun yang lalu, maestro penciptanya adalah Haji Sarnadi. Sepeninggal sang legenda, kini pengelola beralih ke generasi penerusnya. Menurut penjelasan sang pemilik saat ini, penamaan Soto Mencos berawal dari sebuah pasar tradisionil yang dinamakan Pasar Mencos.

Yang membuat Soto Mencos menjadi sangat legendaris karena sejak zaman dahulu yaitu sekitar tahun 60 an hingga sekarang tetap bertahan. Ini menurut pemilik, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri terutama bagi keluarganya. Yang membedakan antara Soto Mencos dengan Soto Betawi dan Soto-soto jenis lainnya salah satunya terletak pada kuahnya.

Kalau Soto Betawi itu kuahnya cenderung putih, bersantan dan isinya juga banyak jeroan seperti babat dan lain sebagainya. Kalau soto sapi warung kami, karena namanya Soto Kaki maka fokusnya juga pada kaki sapi. Disamping bumbu-bumbunyapun juga ada kelainan seperti adanya kunyit yang membuat Soto Mencos tampak kekuning-kuningan.

Kedai mengolah setidaknya 30 kaki sapi setiap hari. Untuk memasak kaki sapi bukanlah perkara yang mudah, karena jika salah maka hasilnya akan anyir dan alot. Proses perebusan dengan campuran aneka rempah selama sekitar 6 jam, menjadi salah satu rahasia dari tektur kenyal lembut dan rasa gurih yang bersih. Untuk merebusnyapun harus dengan nyala api yang kecil supaya seluruh rempah-rempahnya bisa meresap dengan sempurna.

Campuran kaldu berpadu dengan aneka bumbu serta santan dan segar daun bawang menjadi rahasia dibalik kuah yang sedap dan mantap. Pembuatannya di dapur, penyajiannya di kedai, peracikan sesaat sebelum soto terhidang supaya rasa dan tekstur kualitas bahan tetap terjaga. Soto terhidang bersama irisan tomat, emping melinjo dan taburan seledri. Bagi anda yang berkunjung ke kedai ini, maka saran penyajiannya yaitu santap selagi hangat.

Proses pengolahan yang panjang memang tidak pernah bohong, terbukti dengan tekstur di setiap potongan daging kaki sapi terasa sangat kenyal layaknya jelly dan perpaduan rempah dan kuahnyapun terasa sangat sedap. Untuk semua kelezatan ini, para pelanggan sematkan satu definisi yakni “Soto Mencos Joss”. Seporsi soto tersaji Rp. 26.000 per porsi. Kedainya berada di Jalan Paseban, Percetakan Negara, Jakarta Pusat.


Sumber : Net.5

Kategori

Kategori