Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts

Karaoke di Masterpeace Milik Ahmad Dhani di Sarinah

Hari ini, Kamis Senin tanggal 8 Mei 2017 saya bersama dengan teman-teman kantor pergi ke tempat karaoke milik Ahmad Dhani yang ada di Sarinah Jakarta Pusat. Kami semua berjumlah 9 orang. Dengan menggunakan minibus dari kantor, kami berangkat sekitar jam 7 kurang seperempat. Dengan jumlah orang yang lumayan banyak tersebut, kami hanya menggunakan satu mobil.
Image by : blog aguzbudi
Namun alhamdulillah masih bisa cukup walapun yang bagian tengah mobil diisi oleh empat orang. Awalnya kami bingung ingin menggunakan mobil yang mana, karena kebetulan sekarang tanggal genap, sedangkan mobil yang tersedia bernomor ganjil. Sebagaimana peraturan yang diberlakukan di Jakarta, bahwa daerah jalan Sudirman Tamrin hanya boleh dilalui oleh mobil yang bernomor sesuai dengan tanggal.

Baca Juga :
Catatan Harian Saya Senin 20 Maret 2017 (Lomba Di Kantor)
Catatan Harian Saya Minggu 19 Maret 2017
Tapi akhirnya kamipun tidak jadi menggunakan mobil berplat gajil karena ternyata mobil berplat genap sudah terparkir di parkiran. Sehingga kamipun memutuskan untuk menggunakan mobil tersebut untuk berangkat ke tempat karaoke milik Ahmad Dhani di Sarinah. Sedikit cerita, bahwa kebetulan teman-teman kantor saya sedang kegandrungan bermain karaoke. 
Bahkan sebulan sebelumnya kami juga pernah karaoke di tempat milik inul di daerah Melawai Jakarta Selatan. Sedangkan kalau tempat karaoke milik Ahmad Dhani ini memang memilki perbedaan yang cukup mencolok yaitu pada arsitektur dan hiasan-hiasan dinding di sepanjang jalan dan lorong tempat karaoke. Hampir di setiap dinding baik itu dinding lobi dan dinding menuju kamar per kamar terdapat foto-foto dari Ahmad Dhani dengan orang-orang terkenal di negeri ini. 
Bahkan saat itu saya melihat foto Ahmad Dhani dengan beberapa presiden Republik Indonesia seperti Gus Dur, Megawati dan BJ Habibie. Sekedar informasi untuk teman-teman sekalian yang ingin tahu tentang keunggulan apa saja sih yang ditawarkan oleh tempat karaoke di Master Peace ini?  antara lain primium room, lagu yang mencapai 100.000 lagu, member card, wifi, memorabilia, dan touchscreen. Rombongan kami tiba di Sarinah sekitar pukul 7 malam dan kamipun langsung menuju ke lantai 14. 
Setelah menunggu selama 1 jam, akhirnya kamipun dipersilahkan masuk dan menikmati lagu-lagu baik itu lagu baru maupun lagu nostalgia hingga selesai jam 11 malam. Salah satu tujuan kami karaoke memang ingin melepas penat dan rasa jenuh bekerja selama berhari-hari dan seluruhnya kami tuangkan di lagu-lagu yang kami nyanyikan dengan penuh suka cita dan canda tawa.

Catatan Kamis 6 April 2017

hari kamis ini merupakan hari yang cukup melelahkan bagi saya. Ini terjadi karena memang pada hari Rabunya saya banyak sekali kegiatan yang sangat padat sehingga memaksa saya untuk bermalam di kantor karena memang sudah sangat capek untuk pulang. Pagi-pagi saya sudah harus pergi ke salah satu Bank untuk mentrasfer sejumlah uang kepada saudara saya yang ada di kampung.

image by : pixabay.com

Selesai melakukan transfer, saya bergegas mencari tempat makan untuk sarapan. Awalnya sih saya berencana makan nasi, eh entah kenapa tiba tiba kok saya pengen makan mie instan. Sebenarnya sih makanan ini kata orang-orang tidak sehat, tapi mau bagaimana lagi, sejak dulu saya sangat menyukai makanan ini. Akhirnya saya menemukan tempat makan mie instan yang saya cari.

Baca Juga :
Catatan Harian Saya Senin 20 Maret 2017 (Lomba Di Kantor)
Catatan Harianku Jumat Tanggal 17 Maret 2017

Saya pesan semangkuk mie instan isi dua. Wajar karena memang saya sangat lapar sekali, jadinya kali ini porsi makan saya agak banyak dari biasanya. Selesai makan, sayapun bergegas pergi ke kantor karena memang waktu sudah menunjukkan jam 9.00 pagi. Itupun sebenarnya sudah telah buat saya karena jam kerja kantor dimulai pukul 8.00 pagi. Sesampainya di kantor, seperti biasa saya bekerja sesuai dengan job desk saya.




Ketika menjelang siang hari, ada salah satu office boy kantor yang menarkan makan siang, namun berhubung saya masih sangat kenyang, maka sayapun menolaknya dan mengatakan kalau saya makannya nanti saja. Karena itulah, pada jam dua saya perut saya mulai lapar dan saya memesan nasi warteg kepada office boy tadi. Sebenarnya saya pada hari kamis ini itu ingin pulang sih, namun atasan saya mengajak saya untuk pergi ke Koja Jakarta Utara untuk menjenguk salah satu teman yang sedang melahirkan anak pertamanya. Berhubung yang mengajak atasan, yah mau bagiamana lagi, akhirnya saya memutuskan untuk ikut sekaligus saya juga yang membawa kendaraannya.


Perjalanan kali ini memang sangat melelahkan, karena selain lokasinya cukup jauh dari kantor, kemacetanpun tidak bisa terhindarkankan. Apalagi kepergian kami pas sekali dengan jam pulang kantor. Dari mulai kantor saya yang ada di Kebayoran Baru hingga daerah Bundaran Hotel Indonesia sangatlah ramai dan padat. Setidaknya kami terjebak kemacetan sekitar dua jam disana.

Selepas Jalan Tamrin, memang jalanan mulai lancar hingga ke Koja tempat tujuan kami. Sesampainya di daerah Kota rasa bingung mulai menghinggapi karena kebetulan alamat rumahnya kami semua belum tahu, dan atasan saya menelepon teman saya yang hendak didatangi tersebut dimana letak alamatnya. Setelah menerima panduan kamipun akhirnya berhasil menemukan rumah yang letaknya cukup sulit untuk bersimpangan dua buah mobil.

Selesai menengok teman tersebut, kamipun akhinya memutuskan untuk pulang lagi ke kantor. Berhubung kami semua belum makan malam, maka kami memutuskan untuk mencari makanan dan kali ini tujuan kami kari arahkan ke Jalan Panglima Polim yang ada di daerah Tamrin. Memang makanannya berada di tenda – tenda yang sudah berjajar di sepenjang jalan Panglima Polim ini.

Setelah kenyang kamipun memutuskan kembali ke kantor, sementara teman saya yang satu lagi, memesan ojek online untuk pulang kerumahnya.

Catatan Harian Saya Senin 20 Maret 2017 (Lomba Di Kantor)

Halo sahabat sekalian, bagaimana kabar kalian hari ini? Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita dalam artikel saya yang saya beri judul “Catatan Harian Saya Senin 21 Maret 2017 (Lomba Di Kantor)”. Artikel kali ini bercerita tentang seputar lomba yang diadakan oleh perusahaan tempat saya bekerja dalam rangka menyambut ulang tahun perusahaan yang akan jatuh pada tanggal 29 Maret 2017. Sebagai perusahaan BUMN kini usia perusahaan di tempat saya akan genap berusia 65 tahun.

Suatu usia perusahaan yang sangat tua dan matang ya. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan saya biasa mengadakan lomba demi memeriahkan hari kelahirannya tersebut. Pada tahun ini lomba yang diadakan ada empat macam. Diantaranya adalah lomba catur, lomba mewarnai, lomba gaple dan lomba tenis meja. Saya sendiri ikut tiga lomba yaitu catur, gaple dan tenis meja. Sedangkan lomba mewarnai tidak saya ikuti karena memang saya tidak tertarik dengan lomba tersebut.

Baca Juga :
Catatan Harianku Sabtu 18 Maret 2017
Catatan Harian Saya Minggu 19 Maret 2017

Lomba akan dimulai pada hari Senin tanggal Maret 2017 dan berakhir pada hari Rabu tanggal 29 Maret 2017. Seluruh karyawan dibebaskan untuk mengikuti lomba yang mana saja baik itu laki-laki maupun perempuan. Kebetulan di hari Senin ini merupakan hari pertama lomba dan seluruh lomba dilaksanakan berbarengan kecuali lomba mewarnai. Kebetulan saya hari senin ini ikut lomba gaple dan alhamdulillah saya menang. Diantara keempat lomba tersebut, yang paling seru dan menyedot perhatian penonton adalah lomba tenis meja. 

Karena permainannya menarik dan diadakan secara berpasang-pasangan. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya tetap tidak menargetkan apapun. Saya ikut hanya sebagai partisipan saja dan hanya ikut memeriahkan. Tidak ada impian saya untuk menjadi juara atau apapun juga. Sebab saya juga sadar diri kemampuan saya tidak seberapa bila dibandingkan dengan teman-teman yang lain yang memiliki teknik tinggi dan memang berbakat. Namun saya tahun kemarin pernah mendapatkan 50 dollar US dari direktur saya saat melawannya. 

Awalnya saya melaju melawan direktur setelah sebelumnya saya mengalahkan salah satu pecatur dari kalangan sopir di perusahaan. Walaupun lawan saya ini hampir beberapa kali main setiap minggunya di kantor, namun alhamdulillah saya bisa melewati hadangannya. Laku setelah itu saya dipertemukan dengan direktur utama perusahaan. Sudah bisa dibayangkan bukan tekanannya, waktu itu saya cukup banyak tekanan dan diprovokasi oleh orang-orang yang menyaksikan catur tersebut. Namun karena perlawanan saya ulet, pertandingan itupun berlangsung cukup lama dan menguras pikiran. 

Akhirnya saya pun menyerah, namun karena perlawanan saya yang ulet, sang direktur memberikan saya uang dollar yang jumlahnya lumayan besar yaitu 50 dollar US. Di tahun ini direktur saya sudah berganti sehingga kemungkinan bertemu dengan direksi yang lama sudah tertutup. Namun semangat tahun lalu masih saya bawa hingga kini sebagai motivasi saya untuk bertanding lebih baik lagi. Nah, sekitar jam 5.00 sore pertandingan lomba sudah berakhir dan masing-masing membubarkan diri. Demikianlah Catatan Harian Saya Senin 21 Maret 2017 (Lomba Di Kantor). Terima kasih telah berkunjung ke blog saya ini.


Catatan Harian Saya Minggu 19 Maret 2017

Assalamu'alaikum sahabat sekalian. Senang sekali pada kesempatan hari ini kita bisa berjumpa lagi. Semoga kita senantiasa selalu dalam lindungannya dan sehat jasmani dan rohani. Seperti biasa saya akan berbagi cerita tentang Catatan Harian Saya Minggu 19 Maret 2017.


Pada hari ini saya bangun jam 5.30 pagi. Saya langsung bangun dan mandi dilanjutkan dengan mengerjakan sholat subuh. Selesai sholat saya beres-beres rumah menyapu, sedangkan istri saya memasak air panas untuk mandi anak saya yang kecil. Menyapu rumah sudah selesai, maka saya lanjutkan dengan menyapu halaman rumah.

Maklum seminggu terakhir rumah saya tinggal dan baru hari ini bisa bersih bersih lagi. Daun daun berjatuhan dari pohon mangga saya bersihkan satu persatu. Setelah sampah terkumpul, maka saya ambil pengki untuk saya masukkan ke tong sampah yang ada di depan rumah saya. Maka saya yang kecil sudah dimandikan, dan giliran saya untuk momong, sementara istri saya mencuci piring dan dilanjutkan dengan mandi.

Hari ini cuaca cukup mendung, walaupun tidak gerimis tapi hawa dingin dari embun masih ada. Selesai masak istri saya menyuapi anak saya sampil dibawa jalan-jalan di sekitaran rumah, sementara saya mencuci motor yang sudah kotor. Lumayan lelah juga mencuci motor, hampir setengah jam saya memoles motor saya. Setelah tuntas seluruhnya, saya langsung menuju dapur untuk sarapan pagi.

Hari ini menu masakan istri saya adalah sayur sop, ikan asin, sambel trasi dan tempe goreng. Wah, saat menyantap rasanya nikmat sekali, apalagi makannya pas lagi panas. Sekitar jam 8.30 pagi, saya mengajak istri saya pergi ke ATM Bank BTN untuk mengambil uang. Kebetulan uang kami hari ini menipis dan harus segera menggesek lagi kalau mau makan esok hari.

Seperti biasa jalur menuju ATM cukup jauh, tak jauh dari pasar Cileungsi. Jadi jalur yang harus kami lalui adalah jalan di belakang mekarsari. Sesampainya di ATM maka saya langsung saja menuju ke mesin dan istri dan anak saya menunggu diluar. Alhamdulillah, uangpun bisa saya ambil dan saat itu saya bertanya pada istri, “mau beli apa?” istri saya menjawab “beli sayuran saja”.

Yasudah karena jawaban istri saya begitu ya langsung saja saya ajak pulang. Di jalan istri saya minta dibelikan kue pukis yang warna hijau, harganya 5000 rupiah. Saat sudah memasuki gandoang, kami berhenti di tukang sayur pinggir jalan. Lokasinya persis di depan SD Nyalindung, Gandoang, Bojong. Harganya lumayan murah dan tempatnya juga sangat ramai.

Selesai belanja saya dan istri pun pulang dengan membawa satu kantong plastik belanjaan dan satu kantong plastik kue pukis. Sampai juga kami dirumah sekitar jam 10.15 wib. Saat itu saya melanjutkan untuk mencuci rendaman baju yang sejak pagi sudah disiapkan oleh istri. Pas jam 11.30 menit kerjaan mencuci saya selesai dan saya minta istri yang menjemurnya sementara saya istirahat sejenak.

Sekitar jam 12.30 seusai sholat, istri dan anak saya tidur sedangkan saya membuka komputer hingga jam 2.00 siang. Pas jam dua itu mata  saya ngantuk sekali dan saya putuskan untuk tidur sampai dengan jam 3.00 sore. Antara jam 3.00 sampai jam 6.00 sore aktivitas kami sekeluarga Cuma makan, nonton tivi, mandi dan ngobrol seperti biasa.

Hanya selingan sedikit jam 5.00 sore, saya menelepon anak saya yang sedang ada di Pasar Minggu. Setelah magrib dan istri saya sudah menidurkan anak saya yang kecil, dia mengambil baju yang ada di dalam lemari, dikumpulkan dan disetrika saat itu juga. Selesai menggosok kira-kira jam 9.00 wib malam. Istri saya segera istirahat dan tidur, sementara saya masih menonton televisi.

Itulah aktivitas saya hari ini. Demikianlah artikel saya pada kesempatan kali ini dengan judul “Catatan Harian Saya Minggu 19 Maret 2017”. Artikel ini bukan artikel yang baik, namun saya tetap mengucapkan banyak terima kasih karena anda semua masih mau berkunjung ke blog saya yang sangat sederhana ini. Wassalamu’alaikum.

Catatan Harianku Sabtu 18 Maret 2017

Assalamu’alaikum wahai temanku semua. Apa kabar kalin hari ini? Semoga tetap dalam keadaan sehat, banyak rejeki dan panjang umur ya, amin. Pada kesempatan kali ini tema yang saya angkat adalah Catatan Harianku Sabtu 18 Maret 2017. Baiklah tanpa berpanjang lebar saya akan mulai saja ya. Hari ini saya bangun jam 05.30 pagi. seperti biasa saat bangun saya bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat subuh. Seusai sholat gantian istri saya sholat dan anak saya yang paling kecil menjadi tanggung jawab saya saat itu.



Kebetulan saat ini saya berada di rumah orang tua saya di Kebagusan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Pagi ini orangtua saya memasak untuk cucunya masakan kesukaan saya yaitu soto ayam. Namun karena ibu saya masaknya agak siangan, jadi sarapan kedua anak saja saat itu adalah nasi dan telur goreng campur kecap. Istri saya yang menyuapi keduanya secara bergantian. Setelah menyuapi anak anak saya, istri kemudian melanjutkan untuk mandi sekaligus mencuci pakaian kami semua. Sekitar jam setengah 9 pagi, soto ayam bikinan ibu sayapun matang.

Saya tidak membuang-buang waktu, saat itu juga saya langsung mengambil nasi dan kuah soto untuk sarapan. Melihat saya makan dan mencium bau soto, anak saya yang pertama ikut makan dan meminta sendiri nasi soto dengna piring terpisah. Tak ketinggalan anak saya yang paling kecil menghampiri kakaknya untuk meminta makan. Diambillah sendok untuk aak saya yang kecil supaya ia bisa makan sendiri bersama dengna kakaknya. Seusai saya makan dan istri selesai mencuci, kamipun menunggu waktu jam 10 pagi. rencananya jam tersebut kami ingin pergi e RSCM di Cikini Jakarta Pusat.

Menjelang setengah 10 pagi, saya disuruh oleh istri untuk segera mandi dna bersiap-siap untuk berangkat besuk rang sakit. Yang sakit adalah tetangga saya sendiri yang berada disamping rumah dan tinggal di cileungsi. Setelah jam  menunjukkan pukul 10 pagi, kamipun berangkat menuju lokasi tujuan di Jakarta.  Saya dan istri menggunakan sepeda motor. Ketika saya keluar gang tempat tinggal orangtua saya, saya mampir terlebih dahulu ke tambal ban unsuk isi angin yang sebelah belakang. Setelah membayar dua ribu rupiah, sayapun melanjutkan perjalanan. Namun saat tiba di pom bensin Departmeen Pertanian, saya menisi premium dahulu sebesar 20.000 rupaih.

Selesai sudah mengisi bensin, kami melanjutkan perjalanan menuju Warung Buncit dan Mampang Prapatan. Kemudian saat itu saya melewati Kuningan dan Menteng. Namun saat saya memasuki Johar Baru, saya mulai kebingungan dan akhirnya saya bertanya ke salah seorang tukang sapu alias pasukan orange. Dia bilang kalau untuk ke RSCM masih lumayan jauh. Saya disarankan untuk berbelok ke kiri memutar di Tugu Tani. Namun karena memutar di tugu tani tidak boleh, akhirnya saya memutar di samping stasiun gambir dan tugu monas. Setelah memutar di tugu tani, saya akhirnya mengambil jalur lurus menuju ke Taman Ismail Marzuki. Istri saya menyarankan saya untuk bertanya kembali, dan akhirnya saya bertanya kepada salah seorang tukang ojek yang sedang beristirahat di trotoar.

Dia menyuruh saya agar berjalan lurus kedepan sampai menemukan Stasiun Cikini. Dari statiun tersebut akan ada jalan belok kiri dan sayapun harus belok kiri. Karena menurut petunjuk yang diberikan oleh Ojek Online tadi, dia menyarankan sebelum memasuki ke gerbang utama RSCM, ada sebuah jalan kekiri bernama jalan kimia. Saya disarankan masuk lewat sana agar lebih dekat. Setelah memasuki ruang parkir, maka saya kembali membaca sms, menurut sms yang diberikanoleh istri tetangga saya, disitu dituliskan bahwa lokasi kamar pasien yang bernama Pak “F” berada di Gedung A lantai 7 dan nomor kamar 712. Berhubung saya dan istri tiba di Gedung A jam 10.45 wib, saat saya tanya satpam, satpam bilang kalau saya harus menunggu 10 menit lagi untuk bisa besuk. Kamipun menunggu di sebelah ruang tunggu.

Istri saya saya ajak masuk ke ruang tunggu tidak mau karena sudah banyak orang di dalam ruangan tersebut. Namun akhirnya kami masuk ke kantin yang sudah dibuka. Kami membeli 2 minuman kotak dan meminumnya di dalam kantin tersebut karena memang sudah disedikan kursi disana. Setelah jam 11.00 wib kami langsung menuju ke lift penumpang untuk menuju ke kamar pasien. Saya saya datang diruangan pak “F” ternyata tidak ada yang menunggu. Sayapun ragu untuk membangunan Pak “F” karena dia sedang tidur. Saya mencoba menghubungi istrinya dan setelah menelepon sebanyak 5 kali, akhirnya telepon saya diangkat.

Istri tetangga saya tersebut menyarankan kepada saya dan istri untuk membangunkan suaminya, sebab baru saja suaminya menelepon dia, katanya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk masuk, dan benar saja ternyata saat saya masuk, pak “F” sedang melek. Kamipun bersalaman dan banyak ngobrol tentang masalah penyakit dia dari a sampai z. Setelah sekitar 30 menit saya dan pak “F” ngobrol panjang lebar, saya dan istripun pamit dan mengucapkan semoga cepat sembuh kepada beliau. Tak lupa saya menyelipkan dibawah bantalnya uang. Walaupun pak “F” menolak tapi saya tidak abaikan dan langsung saya tinggal dan mengucapkan salam. Setelah menuju parkiran, saya bertanya pada istri masu makan apa, dan istri menjawab apa saja terserah kamu.

Yasudah, sayapun pulang dengan kecepatan lumayan agar cepat sampai ke rumah dan sebelumnya kami akan mampir ke rumah makan dahulu. Akhirnya tempat makan yang saya cari-cari ketemu juga. Yaitu di Pejaten Pasar Minggu, ada sebuah rumah makan bakso dan mie ayam bernama Bakso SKM Pejaten Sio Mandiri. Lokasinya tidak jauh dari Pejaten Village dan Universitas Nasional. Setelah selesai makan saya dan istripun pulang kerumah dengan kenyang dan perasaan puas. Karena ternyata bakso yang baru pertama kali dirasakan oleh istri saya tersebut kata dia memang enak. Istri saya suka karena rasanya yang kenyal dan menggunakan mie kriting. Sesampainya di rumah, ternyata kedua anak saya sudah menunggu.

Terutama bagi yang kecil yang dari tadi terus rewel karena mencari sang ibunda yang tidak ada. Istri sayapun menggendongnya sembari menyuapinya karena memang anak saya yang terakhir ini belum makan siang. Setelah sholat, anak saya yang kedua mengajak saya tidur dan akhrnya benar, kamipun tidur pulas berdua. Tidur sudah, makan sudah, maka istri mengajak saya untuk bersiap pulang ke Cileungsi. Istri saya juga langsung memandikan anak saya yang terakhir. Keetulan waktu itu jam sudah menunjukkan jam 3.15.

Setelah semuanya rapi, saya dan istri segera pamitan ke ibu saya untuk pulang ke Cileungsi tanpa ditemani oleh anak saya yang kedua karena meang ibu saya melarang anak saya yang kedua tersebut ikut dan akan diantarkannya sendiri seminggu lagi. Kamipun akhirnya berangkat sekitar jam 3.45 dan sampai di Cileungsi sekitar Jam 5.45 sore. Segera istri saya membereskan rumah dan mengepel lantai, stelah itu istri membeli 4 bungkus kopi dan 2 bungkus mie instant. Setelah menyelesaikan Sholat Magrib dan makan siang, kami pun istirahat untuk menghilangkan rasa capek dan lelah setelah 2 jam berada di jalanan.

Demikianlah artikel saya kali ini yang  diberi judul Catatan Harianku Sabtu 18 Maret 2017. Semoga artikel saya ini tidak membosankan bagi anda, karena memang saya masih  blogger pemula dan tergolong telat. Hehehe. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya yang sederhana ini. Wassalamu’alaikum


Catatan Harianku Jumat Tanggal 17 Maret 2017

Assalamu'alaikum. Halo sahabat sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga kalian senantiasa baik baik saja ya. Amin Robbal alamin. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan berbagi sebuah artikel dari Catatan Hari Jumat Tanggal 17 Maret 2017. Tanpa berpanjang lebar langsung saya ya. 

Di Hari itu saya bangun jam 6.30 pagi di kantor. Maklum, malam sebelumnya memang saya bergadang untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor yang dibebankan pada saya. Dengan mata yang masih mengantuk dan badan yang masih lelah saya mempersiapkan peralatan untuk mandi dan baju ganti yang sejak hari Kamis sebelumnya sudah saya siapkan di dalam tas kerja.

Baca Juga :
Catatan Harian Saya Minggu 19 Maret 2017 
Catatan Harianku Sabtu 18 Maret 2017

Setelah keduanya siap, sayapun bergegas ke kamar mandi untuk menyelesaikan hajat dan membersihkan badan. Sekitar 15 menit saya berada di kamar mandi, sayapun keluar dan berjalan ke arah meja kerja saya. Sambil duduk, mejapun saya rapikan karena kebetulan OB kantor masuk kesiangan. 

Mendekati jam 8 perut rasanya perih dan lapar, untungnya masih ada bekal nasi kemarin yang belum saya makan. Pas saya cium baunya, ternyata nasinya tidak basi. Mulailah otak mikir untuk mencari lauknya, iseng-iseng saya datang ke pantri. Ada salah seorang teman yang bikin mi gelas disana. Kelihatannya sih enak banget, saya lihat pas waktu dia ngaduk tercium bau wangi dari bumbu mi yang bikin ngiler. 

Sayapun bertanya padanya, apakah mi masih ada? Dan ternyata dia bilang masih ada, terus saya bilang lagi bikinkan buat saya nanti dibayar 5 ribu. OB kantor inipun mengiyakan dan bilang pada saya untuk ambil gelas sendiri. Tak membuang -buang waktu saya langsung ambil gelas. Diseduhnta di dalam gelas sambil saya tunggu. 

Setelah jadi sayapun makan nasi dicampur dengan mi gelas. Lumayan juga habis makan perut pun jadi kenyang dan siap beraktivitas kerja seperti biasa. Pas jam 8 lewat 10 kok tiba-tiba saya mengantuk berat, mata seperti tidak bisa diajak kompromi lagi. Yah terpaksa deh saya pergi ke gudang kantor untuk memejamkan mata sejenak. 

Kebetulan di kantor saya ada kasur tingkat sebanyak 3 unit yang diperuntukkan bagi OB maupun sopir kantor yang menginap. Tidak terasa saya akhirnya ketiduran hingga jam 9. Setelah bangun, saya langsung cuci muka di kamar mandi supaya muka segar kembali dan tidak kelihatan kalau habis tidur. 

Maklum biar gak ketahuan jeleknya, kan malu kalau dicap sebagai karyawan teladan, walaupun memang sebenarnya saya kurang tidur karena semalaman bergadang mengerjakan pekerjaan kantor. Sambil menahan rasa kantuk, saya tetap memaksakan diri untuk bekerja hingga menjelang dhuhur tiba. 

Setelah shalat dan selesai makan saya meneruskan pekerjaan hingga jam lima sore. Ketika saya hendak pulang, di lantai dasar ada suara ramai dan bersorak Sorai. Ternyata suara itu adalah suara dari teman-teman yang sedang bermain tenis meja. Maklum Minggu depan ini ada acara pertandingan lomba dalam rangka meramaikan ulang tahun perusahaan. Selain olahraga tenis meja, ada pertandingan lainnya seperti catur, mewarnai dan gaple yang akan dipertandingkan.

Demikianlah artikel saya kali ini. Terima kasih atas kunjungan anda. Wassalamu'alaikum

Menjenguk Teman Sakit Di RS Cibinong

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Halo sahabatku sekalian, apa kabar kalian hari ini? Semoga tetap baik-baik saja ya. Oh iya, pada kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagi diary saya yang terjadi pada hari Rabu tanggal  1 Maret 2017 saya pergi dari kantor menuju RS. Cibinong.


Tujuannya untuk menjenguk dua orang teman yang sedang sakit disana. Orang pertama yaitu OB kantor yang mengalami kecelakaan jatuh dari atap rumah saat membetulkan genteng yang rusak.  Tulang tangan sebelah kiri dan tulang pinggang patah.

Yang kedua adalah istri dari OB kantor yang penyakit jantung. Tangannya membiru dan belang belang. Kendaraan yang kami pakai waktu itu menggunakan Mobil Proyek. Dalam rombongan yang ikut ada lima orang.  Sedangkan yang bertindak sebagai sopir adalah saya sendiri.

Baca Juga :
5 Makanan Yang Kurang Saya Sukai 
Akhir-Akhir Ini Saya Sudah Bosan Nonton Sepakbola

Karena kantor kami berada di Kebayoran Baru maka jalur yang kami lewati adalah jalan Pondok Indah. Jalur ini dipercaya dipilih karena memang ingin masuk di tol Pondok Indah. Namun ternyata sesampainya di tol jalan lumayan sepi.

Karena memang kebetulan ada Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi yang akan lewat menuju ke Istana Bogor. Dengan iring iringan mobil polisi, sejumlah pejabat melintas di Tol Jagorawi. Syukur deh ini malah membuat perjalanan kami lancar jaya tanpa hambatan yang berarti.

Sekitar jam 12 siang kamipun sampai di Rumah Sakit Cibinong Bogor. Setelah memarkir kendaraan, kami berlima berbondong-bondong ke arah loby. Ditengah jalan ada salah satu saudara dari Kepala Satpam perusahaan kami yang berdiri diluar, kebetulan diantara kami berlima ada satu orang saudaranya dan merekapun berbicara.

Akhirnya kamipun diantara menuju tempat nebus obat untuk menemui Pak Satpam Kantor. Sekitar setengah jam kami ngobrol, kamipun berpamitan untuk pergi makan siang di warteg depan rumah sakit. Rasa lapar dan hauspun hilang setelah sepiring nasi dan segelas minuman mengisi perut kami.

Setelah membeli dua bungkus buah-buahan untuk oleh-oleh, kami berlima langsung menuju ke ruang flamboyan yang mana disana sudah ada kepala satpam kantor kami yang sedang menjaga istrinya. Kami yang sedang berada di luar dan kamipun diantarkan masuk menemui istrinya.

Kebetulan istri pak satpam sedang duduk memegangi tangannya yang sakit, sedikit pertanyaan dan kata-kata penyemangat kami berikan supaya istri pak satpam tetap tegar dan kuat. Satu jam sudah kami mengobrol, akhirnya kamipun pamitan sambil mengucapkan dan mendoakan agar Ibu satpam cepat sembuh.

Perjalananpun kami lanjutkan menuju kamar bugenvil 107. Disana sedang dirawat OB kantor yang patah tulang tangannya. Tibalah kami dikamarnya dan langsung menyalami Pak OB dan juga istri serta saudaranya. Kami pun bercanda riang disana untuk menghibur dan menghilangkan rasa penat setelah 3 hari berada di ruang perawatan.

Setelah lama ngobrol kami pamit mohon diri sambil bersalaman dan mendoakan. Selesai sudah kunjungan kami ke Rumah Sakit dan kamipun pulang. Disaat pulang hujan deras mengguyur Cibinong.

Dari mulai keluar rumah sakit, masuk pintu tol Cibinong hingga keluar pintu tol Pondok Labu hujan tak henti-hentinya turun. Di dalam tol juga terjadi banjir dimana-mana. Namun syukur kami tiba di kantor dengan selamat tanpa kurang satu apapun.

Demikianlah pengalaman saya yang saya muat di artikel ini, sampai bertemu lagi pada artikel-artikel berikutnya. Terima kasih sudah membaca, Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Kerja Bakti - Catatan Hari ini Minggu 5 Februari 2017

Akhirnya kelar juga kerja bakti kali ini. Seluruh warga RT 09 Perumahan Puri Harmoni 6 Situsari Cileungsi Bogor Jawa Barat berpartisipasi dalam acara kerja bakti yang rutin diadakan setiap bulan. Acara bulanan ini sudah kami sepakati di dalam rapat RT beberapa bulan lalu bahwa acara ini diadakan diawal bulan pada minggu pertama. Acara yang diadakan pada hari minggu ini yaitu tanggal 5 Februari 2017, berbarengan dengan acara senam ibu ibu perumahan yang memang mereka rutin untuk mengadakannya setiap hari Minggu.


Ketika bangun tidur pada hari minggunya, memang saya agak malas malasan karena semalam habis bergadang. Setelah mandi, Sholat, kemudian memandikan anak, kemudian kami sekeluarga sarapan pagi. Menu makan pagi kali ini adalah nasi goreng. Dengan ditemani segelas teh hangat, kamipun menikmati menu sarapan pagi ini dengan lahap. Setelah kelar, sayapun mencoba menengok ke depan rumah untuk memastikan apakah bapak-bapak warga RT 09 sudah ada yang keluar atau sudahkah kerja bakti dimulai.

Baca Juga :
Bahaya Tidur Sesudah Makan
5 Manfaat Air Beras Untuk Kecantikan dan Kesehatan


Ternyata setelah saya tengok belum ada satupun yang kekuar. Mungkin mereka masih mandi atau mungkin juga mereka sedang bersiap siap dirumah untuk kerja bakti. Sayapun kembali masuk ke dalam rumah untuk menonton tivi dengan anak anak saya. Tak selang beberapa lama sayapun mendengar obrolan ibu ibu di luar rumah yang gerak gaki sendalnya ramai ramai menuju ke pos, sayapun memastikan bahwa mereka adalah ibu ibu senam yang sedang menuju Pos atau saung RT 09. 

Sambil ditemani oleh dua orang anak anak saya saya menonton tivi dan tak lama kemudian saya keluar rumah lagi untuk kembali mengecek keadaan jalan apakah sudah ada bapak bapak. Ternyata saya tetap belum melihat bapak bapak, padhal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Saat itu yang saya lihat hanya Pak Sahid yang rumahnya ada diujung jalan arah utara. Maklum dia memang sedang membangun tembok depan rumahnya yang sudah seminggu ini dia kerjakan. 

Saya sempat berteriak padanya menanyakan soal kerja bakti, diapun menjawab ko belum ada yang keluar. Walaupun begitu saya tahu kalau dia tidak akan ikut kerja bakti dan pasti sudah bilang ke Pak RT bahwa dia tidak bisa bantu karena sedang mengerjakan rumahnya. Karena sudah menunggu cukup lama, tiba tiba dari dalam rumah berteriak anak anak saya untuk mengajak keluar rumah. Sayapun mengiyakan dan saya langsung ambil kunci motor ke dalam rumah. 

Sambil saya memposisikan motor saya di luar, saya melihat dua orang ibu ibu sedang membawa speaker aktiv. Rupanya itu untuk acara senam ibu ibu Perumahan Puri Harmoni 6 yang memang sekitar setengah 7 sudah diumumkan dari sound toa masjid oleh Ibu Rt 09. Disisi lain Istri dan anak anak saya sudah bersiap untuk keluar rumah. Kebetulan saat itu anak saya yang pertama sedang berada di rumah tetangga, jadi istri saya setelah mengunci pintu depan rumah diapun langsung menuju ke rumah Pak Risky untuk menjemput anak saya yang pertama tersebut. 

Setelah bertemu kamipun bergegas pergi dari rumah untuk jalan jalan sekitaran wilayah Situsari. Setelah menaiki motor dan melewati gerbang satpam perumahan, terlintas di pikiran saya untuk mencoba jalan ke Jalan yang tembusannya sampai dengan Bidan langganan anak saya. Maklum kami memang penasaran dengan jalan tersebut karena katanya jalannya lebih bagus dari jalan sebelumnya yang saya pernah lewati menuju bidan Nunung. sebelumnya kalo saya pergi ke bidan Nunung, saya lewat jalur perkebunan kelapa sawit. 

Jalur perkebunan tersebut sangat rusak parah sehingga bisa membuat kendaraan cepat rusak. Berlanjut ke perjalanan saya tadi, setelah saya muter muter akhirnya saya putuskan untuk pulang karena saya kepikiran dengan kerja bakti, takutnya saya terlambat dan tentunya nanti tidak enak dengan bapak bapak. Saat saya sudah mau sampai di rumah, sebelum masuk portal saya bertemu dengan segerombolan warga RT 09 namun beda blok. Saya menyapa salah satu dari mereka dan berteriak minta maaf karena telat. 

Saat masuk ke jalan blok saya pun saya juga bertemu dengan pak RT yang sedang membawa pacul. Saya diajak segera bergabung dengan teman teman yang lain untuk ke jalan utama yang ada di sepanjang jalan. Sayapun bergegas menuju rumah, menurunkan anak istri dan langsung mengambil golok dirumah. Saya sengaja tidak membawa pacul karena saya sadar bahwa pacuk saya sedang tidak fit alias copot terus saat digunakan. Sebelum saya keluar rumah saya minum dahulu segelas air putih yang ada di kulkas. 

Setelah golok saya pegang dan sarungnya saya lepas, saya berjalan ke halaman dan kebetulan berpapasan dengan pak RT. ternyata pak RT baru saja memanggil bapak bapak yang masih ada diluar untuk segera melaksanakan kerja bakti. Bapak bapak yang dipanggil antara lain pak Tohir, pak Lipi, pak Mardani, pak Guntomo dan mungkin juga pak Sahid. Dari  kelima bapak ini sepertinya yang baru bisa keluar adalah pak Tohir dan pak Guntomo. Sembari menunggu mereka keluar, sayapun bergerak dulu menuju jalan utama di depan. 

Di tengah perjalanan saya dan pak RT yang kebetulan bersama saya saya berjalan ke depan melintasi rumah dari pak Rizky, saya pun bertanya pada istrinya yang kebetulan berada di depan rumah dan bertanya padanya, istrinyapun menjawab kalau Pak Rizky sedang sarapan, dan sayapun lanjut berjalan ke depan. Di jalan saya melewati rumah dari pak Ancha, di depan rumahnya terparkir mobil yang ditutup pakai kain penutup. Saya lihat pintu sepan rumahnya memang terbuka, tetapi saya tidak berani memanggil kerena memang dia baru saja terkena musibah yaitu tangannya terbakar. 

Saya terus berjalan dan tidak jauh dari rumah pak Anca didepannya ada rumah pak Ali. Kelihatannya pak Ali baru saja membersihkan motornya kamipun mengajaknya untuk bersiap siap.  Saya terus menuju ke depan, dan didepan sudah ada pak Edi dan pak Aep yang sedang mencabuti rumput di depan rumah paling ujung yang ada portalnya. Saya bergabung dengan mereka dan mengumpulkan rumput. Setelah rumput yang ada disekitaran portal bersih, sayapun bergeser menuju ke arah jalan utama. 

Saya membantu mencabuti rumput rumout yang yumbuh sepanjang aliran air persisnya yang berada tepat disamping rumah pecel lele. Sambil memmbersihkan got, saya melihat adanya bis yang ada di got. kelihatan sekali posisi bis tersebut terlalu tinggi sehingga sepertinya air akan berkumpul disitu. Saya pun bertanya kepada salah satu dari mereka, dan salah satu bapak menjawab bahwa penaruhan bis tersebut tanpa izin. Namun tanpa berpanjang lebar saya meneruskan memberihkan sampai dengan RT 09 Jalan Masjid 6. 

Setelah semua rumput di got saya bersihkan, saya kumpulkan dan saya letakkan di satu tempat yaitu di samping warung pecel lele. Setelah selesai saya melanjutkan kembali ke Jl. masjid 5 yaitu di tempat tinggal saya sendiri. Disana ternyata bapak bapak sudah banyak yang keluar. Saya berihkan dahulu di sekitaran portal terutama depan rumah pecel lele. Saya bergeser agak ke dalam dan saya bertemu dengan pak Aji. Kamipun bersalaman dan saya bercakap cakap sebentar dengannya. 

Saya masuk lagi ke dalam, di depan rumah pak Guru sudah berkumpul bapak bapak lainnya antara lain pak Ali, pak Edi, pak RT yang sedang membersihkan got dan menarik lumpur yang berada di dalam aliran depan rumah pak Guru. Kelihatannya mereka sudah cukup orang untuk mengatasi got tersebu, sayapun tidak berlama lama disana dan saya lanjut menuju ke dwpan rumah saya sendiri. Di depan rumah saya memang rumputnya sedang tinggi tingginya. 

Terdapat 3 rumah kosong, yang ketiga tiganya tidak terurus. Bahkan 2 diantaranya belum pernah sama sekali ditengok oleh sang pemilik rumah. Disitu sudah saya lihat Pak Lipi yang diawal tadi belum ada dan kini sudah ada. Dia sedang membersihkan got yang ada di depan trio rumah kosong tadi. Saya menyapanya dan bertanya padanya apakah dia butuh asahan untuk mengasah goloknya, diapun menjawab ia. Lalu saya panggil istri saya dari luar untuk minta tolong diambilkan asahan di dalam rumah.

Istri sayapun mengambilnkannya, dan sayapun mulai mengasah golok saya. Setelah merasa sudah tajam maka tak menunggu lama lama, saya langsung membabat rumput dan pepohonan yang ada disana. Disana bergerak sekitar 5 orang antara lain pak Tohir, saya, pak Lipi, Pak Dani, Pak Gun. Setelah serasa sudah dibabati, maka pohon, rumput dan ranting di depan masing masing trio rumah tadi kami kumpulkan di pinggiran jalan. Datanglah disana pak Ali, pak Edi, pak pak RT, pak Ancha dan pak Aji. 

Pak Ali lalu mengambil dorongan yang ada di depan rumah pak Ferdi. Kebetulan pak Ferdi ini istrinya sedang melahirkan di rumah orang tuanya yaitu di pondok gede. Oke kita lanjut, saat rumput rumput dikumpulkan ke dalam dorongan maka pak Ali mendorongnya dan dibuang ke atas. Setelah semua kelar, mulai dari rumput rumput di pinggiran got, sampah sampah diatas got, dan mengangkat lumpur got itu sendiri, maka selesailah kerja bakti dan dilanjutkan dengan makan makan dan minum di pos atau saung. 

Kamipun berkumpul disana ditemani dengan satu teko teh manis, tiga botol air mineral dingin dan beberama makanan berupa gorengan, roti, pisang dan lain sebagainya. Sambil ngobrol santai kamipun menghabiskan seluruh makanan dan tersisa hanya pisang beberapa biji saja. Setelah semua berpamitan pulang, saya dan Pak RT membersihkan makanan dan membereskan piring dan gelas. Kami berdua membawa pulang piring gelas dan teko ke rumah pak RT. Sesudah itu saya pulang dan Mandi. 

Kategori

Kategori