3 Negara Ini Sulit Dikunjungi Wisatawan, Mengapa?


Disaat mengunjungi sebuah negara, maka disana akan selalu ada sensasi tersendiri yang dirasakan oleh para wisatawan. Seringkali perjalan itu sendiri bisa menjadikan petualangan lebih mengesankan dan lebih menarik. Di dalam beberapa kasus yang pernah terjadi, ada perjalanan yang menjadikan anda sulit untuk berkunjung di negara-negara tersebut. Alasannya beragam, seperti sulitnya mengurus visa dan jauhnya jarak destinasi wisata yang hendak dikunjungi.




Berdasarkan hasil kutipan dari Travelers today, maka berikut ini akan disajikan tiga buah negara yang paling sulit untuk dikunjungi oleh para wisatawan, yaitu :

1. Pulau Kiribati


Inilah negara yang lokasinya berada di Samudra Pasifik dimana negara ini merupakan negara kepulauan. Negara yang berbentuk kepulauan inipun tersebar di sepanjang 3.500.000 km2 berdekatan dengan khatulistiwa. Dalam masalah ini, Pulau Kiribati jadi salah satu daerah yang sangat sulit untuk ditempuh perjalanannya. Buktinya, tidak banyak wisatawan yang bisa bercerita banyak tentang petualangan mereka menjelajah di Pulau Kiribati. Ini disababkan karena Kiribati merupakan negara yang terisolasi. Negara ini hanya mempunyai delapan konsulat yang tersebar di beberapa negara di dunia. Hal ini dipertegas dengan kurangnya konsulat-konsulat mereka membuat para turis di berbagai negara sulit untuk memperoleh visa sehingga para wisatawan sulit untuk memasuki negara itu.

Baca Juga :
5 Pantai Ini Memiliki Sunset Yang Indah Di Pulau Bangka
Jalan-Jalan Ke Kota Tua – Bagian 2 

2. Rusia

Tidak kalah dengan negara-negara lain di dunia, ternyata Rusia juga mempunyai destinasi tempat wisata yang cukup indah dan menakjubkan. Namun sayang untuk memasuki negara yang dulunya bernama Uni Soviet ini sangatlah sulit. Kenapa demikian? Karena Rusia mempunyai harga fantastis agar bisa memperoleh visa, yang merupakan syarat utama masuk ke negaranya. Terlebih lagi, negara tersebut juga menyediakan beberapa fasilitas yang tergolong mahal di dunia. Seluruh destinasinya pun juga berharga cukup tinggi dan cukup menguras kantor para wisatawan. Oleh sebab itu, tidak banyak orang yang bisa dengan mudah memperoleh visa di negara tersebut. Terutama bagi para konglomerat yang memang memiliki uang tidak terbatas.

3. Arab Saudi

Negara Arab Saudi merupakan salah satu negara yang paling sulit bagi para wisatawan untuk dikunjungi. Terutama bagi wisatawan-wisatawan pada masa lalu. Menurut apa yang sudah dirilis oleh The Atlantic Albert Podell, sejak tahun 2000 hingga 2009, negara Arab Saudi memberi visa yang sangat sulit bagi turis khususnya bagi turis yang non muslim. Turis yang bukan pemeluk agama Islam hanya untuk pergi ke Mekah. Namun ini tidak berlaku bagi para turis yang memeluk agama Islam. Pasalnya, Arab Saudi memberi berbagai kemudahan yang tinggi untuk para wisatawan muslim yang berziarah maupun yang hanya sekedar untuk berlibur.

4 Cara Ini Bisa Anda Terapkan Supaya Mata Tidak Lelah Akibat Terpapar Layar

Terus-menerus bekerja di depan layar komputer akan membuat mata anda kelelahan. Ditambah lagi anda juga pengguna smartphone yang senantiasan menemani anda dimanapun anda berada, sehingga anda sering menengok-nengok biarpun hanya sekedar mengecek statu. Terdapat beberapa ciri yang memberikan bahwa indikasi mata Anda telah terlalu lama terpapar layar peralatan elektronik. 

image by : pixabay

Diantaranya, mata anda merasakan lelah, kaburnya penglihatan, dan anda merasakan sakit kepala. Sindrom ini oleh para ahli dinamakan dengan vision syndrome. Setidaknya terdapat sekitar 60 persen dari warga negara Amerika Serikat telah mengalami sindrom tersebut. Untuk bisa terkena sindrom tersebut tidaklah sulit, dengan memandangi layar selama dua jam tanpa henti, baik itu layar komputer, televisi, smartphone ataupun layar-layar elektronik lainnya.

Baca Juga :
5 Olahraga Ini Juga Baik Bagi Penderita Asma
10 Kebiasaan Yang Bisa Merusak Ginjal

Beruntung telah ada beberapa cara yang bisa ditempuh supaya anda bisa meminimalisir timbulnya ketidaknyamanan yang diakibatkan paparan layar di sepanjang hari. Inilah beberapa tips yang bisa dilakukan sebagaimana yang sudah dihimpun oleh Kompas Tekno pada hari Senin tanggal 17 April 2017 dari Businessinsider.

1. Memperbesar Ukuran Teks

Untuk para pengguna smartphone, alangkah baiknya anda menyetel terlebih dahuluh ukuran dari huruf alias font menjadi lebih besar. Atur juga warnanya dan kontras yang menurut anda paling nyaman. Kenapa harus demikian, pasalnya ukuran huruf kecil akan menjadikan mata anda bekerja dua kali lipat untuk membaca. Hal ini juga akan membuat jarak mata dengan layar terasa lebih dekat sehingga akan menimbulkan sakit di kepala jika dilakukan dalam waktu yang relatif lama.    

2. Berkedip-Kedip

Saat anda terlalu fokus untuk melihat-lihat beberapa hal yang ada di depan layar komputer atau smartphone anda, kita seringkali lupa untuk berkedip. Alhasil, mata anda akan jadi kering sehingga anda akan merasa cepat lelah dan warnanya menjadi kemerahan. Yang dimaksud berkedib disini bukan berarti anda harus mengingat tiap beraka kali anda harus berkedip.

Namun, sebaiknya kedipan mata itu hendaknya dijadikan kebiasaan sehingga anda bisa melakukannya tanpa sadar. Sebenarnya dengan cara menangispun anda sudah bisa membantu mata supaya tidak kering. Kalau anda sedang sedih dan menangis, maka ambilah hikmahnya sebagai salah satu cara untuk menjaga mata anda tetap sehat.

3. Aturlah Kecerahan Layar Perangkat Elektronik Anda   

Gelapnya tampilan layar anda akan mengakibatkan anda kesulitan untuk membaca. Akan tetapi jika terlalu silau, maka hal ini akan menjadikan mata tegang dan sakit kepala, terlebih-lebih kalau anda sudah berada di depan layar selama berjam-jam. Oleh karenanya, aturlah tingkat kecerahan layar disesuaikan dengan paparan sinar yang anda terima di luar layar anda. Kalau cahaya di sekitar ruangan anda terasa gelap, maka jangan anda biarkan layar terlalu silau. Sebaliknya, kalau cahaya di sekitar sangatlah terang, maka anda bisa sedikit meninggikan tingkat kecerahan layar.

4. Anda Bisa Menerapkan Aturan 20-20

Apa maksudnya disini? Maksudnya, setelah bekerja selama 20 menit di depan layar, maka setelah itu ambillah 20 detik untuk beranjak. Dalam hal ini anda bisa mengambil air minum, atau sedikit menggoyangkan badan dan juga kepala ataupun sekedar melihat-lihat di sekitar kelilingnya. Pada intinya, butlah mata anda tetap fokus pada objek lain selain dari layar.

Hal ini akan memantu anda untuk merenggangkan otot-otot mata anda sehingga tidak menjadi tegang. Ulangilah secara terus menerus sebagai ritual 20-20 agar terhindar dari masalah lelah mata. Bagaimana menurut anda? Selamat mencoba.

Sumber : Kompas Tekno

Jarak Rumah Ke Kantor 43 Km, Setiap Hari Saya Harus Menempuhnya Selama 2 Jam.

Halo sahabat sekalian, apa kabar kalian hari ini. Semoga kalian senantiasa dalam keadaan baik-baik saja ya. Baiklah, pada kesempatan yang sangat baik ini saya akan berbagi pengalaman pribadi tentang rutinitas saya setiap hari. Yang saya maksud disini adalah tentang keseharian saya berkendara menggunakan sepeda motor dari rumah tempat tinggal hingga ke Kantor. 

Image by : pixabay

Semenjak dua tahun lalu saya sudah berpindah rumah dari Pasar Minggu Jakarta Selatan ke Cileungsi Bogor Jawa Barat. Alhamdulillah saya kini sudah memiliki rumah sendiri walaupun harus saya cicil selama 15 tahun lamannya...hehehe. Walaupun terbilang sangat jauh dari kantor tempat saya bekerja, yaitu di daerah Kebayoran Baru, namun saya tetap semangat untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga :
Pengalaman Saya Jalan-Jalan ke Setu Babakan
Pengalaman CAR Free Day untuk Pertama Kalinya di Jakarta

Kalau dulu ketika saya masih ngontrak di daerah Pasar Minggu, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja untuk sampai ke kantor. Namun kini saya harus menempuh waktu yang lebih lama yaitu sekitar 2 jam karena memang jaraknya lumayan yaitu 43 km. Semua itu saya jalani setiap hari tanpa mengenal kata lelah. Karena prinsip saya saat ini adalah ‘’tidak apa rumah jauh, yang penting sudah jadi rumah sendiri’’.

Itulah prinsip yang saya pegang sehingga tetap menguatkan saya untuk terus bekerja dan bekerja. Memang sih suka dukanya banyak sekali dan bila saya sebutkan satu persatu tentunya artikel ini bisa berbab-bab..hehehe. Tentu saja dengan jarak yang begitu jauh, saya tidak selama berada dalam kondisi fit, kadangkala saya juda kurang enak badan.

Sehingga keadaan yang demikian saya akali dengan mencoba membagi waktu, seperti saya menginap di kantor saat badan saya memang sedang kecapaian. Hal ini bertujuan mengantisipasi agar saya tidak mudah jatuh sakit. Namun jika badan saya dalam keadaanbaik-baik saja, maka saya lebih memilih untuk pulang setiap hari karena memang saya meninggalkan istri dan dua anak saya yang masih sangat kecil di rumah.

Itulah sahabatku sekalian tentang pengalaman saya bekerja dengan menumpuh jarak 43 km setiap hari. Semoga artikel yang jelek ini cukup memberi sedikit pencerahan bagi anda sekalian yang ingin mengambil rumah jauh namun masih ragu-ragu. Terima kasih banyak sudah berkunjung ke blog saya yang sederhana ini.

Kategori

Kategori