Sejarah Masjid Raya Baiturahhman Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh memiliki sejarah panjang. Masjid ini menjadi saksi bisu atas berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di Aceh. Dalam perjalanannya, Masjid kebanggaan masyarakat Serambi Mekah ini telah mengalami beberapa kali perluasan dan pemugaran.

Image : flickr.com

Masjid Raya Baiturrahman merupakan Masjid negara yang berada di jantung Kota Banda Aceh. Masjid ini dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 hijiriah atau 1612 masehi. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ada dua versi sejarah dalam riwayat pembangunan Masjid ini.

Baca Juga :
Pesona Islam Masjid Agung Kauman Semarang
Sejarah Organisasi Hizbut Tahrir Hingga Masuk ke Indonesia

Sebagian sumber menyebutkan, Masjid ini didirikan pada tahun 1292 oleh Sultan Alaudin Johan Mahmud Syah, sumber lain menyebutkan Masjid raya ini didirikan oleh Sultan Iskandar Muda di tahun 1612. Masjid ini pernah dibakar Belanda saat menyerang Kutaraja atau yang sekarang disebut Banda Aceh pada tanggal 10 April 1873.

Rakyat Aceh pun marah pada saat itu dan terjadilah pertempuran antara masyarakat Aceh dan Belanda. Pada pertempuran ini Belanda kehilangan panglima mereka yang bernama Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler pada 14 April 1873. Pada bulan Maret 1877, empat tahun setelah Masjid Baiturrahman terbakar, Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid yang memiliki pengaruh besar bagi rakyat Aceh.

Pembangunan kembali Masjid Raya Banda Aceh berlangsung pada 1879 hingga 1881. Arsitektur bangunan mengadaptasi gaya moghul India dengan hanya sebuah kubah. Pada tahun 1935 Masjid diperluas di bagian kiri dan kanannya masing-masing dua kubah hingga akhirnya Masjid memiliki lima buah kubah.

Di tahun 1975 Masjid kembali diperluas dengan menambah dua kubah dan dua menara. Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat nasional ke 12 tahun 1981. Terakhir pada tahun 1991 dimasa Gubernur Ibrahim Hasan, Masjid Baiturahhman kembali mengalami perluasan yakni meliputi halaman depan dan belakang serta menambah dua kubah.


Sumber : CNN Indonesia 

Pesona Islam Masjid Agung Kauman di Semarang

Semarang, Ibukota Jawa Tengah kini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Indonesia. Dan salah satu kawasan yang tak pernah luput dari incaran pelancong pecinta sejarah adalah Kawasan Kauman. Disini wisata sejarah dan religi jadi pesonanya. Pernah menjadi Masjid terbesar di kota Semarang, Masjid Agung Kauman memiliki pesonanya tersendiri.

Image : flickr.com

Masjid ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang mulai dari abad ke 16 hingga mengawal kemerdekaan Indonesia. Meski telah melewati waktu yang panjang namun madjid ini masih memiliki tempat di hati masyarakat Kauman. Masjid Agung Kauman merupakan salah satu Masjid tertua di Kota Semarang Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada masa Kesultanan Demak di abad ke 16.

Baca Juga :
Sejarah Organisasi Hizbut Tahrir Hingga Masuk ke Indonesia
Sejarah Kota Mekkah

Saat itu seorang utusan Kerajaan Demak Maulana Ibnu Abdul Salam atau Sunan Padanaran menemukan kota pesisir yang diberi nama Semarang. Masjid Agung Kauman awalnya berdiri di kawasan megah Semarang Selatan. Namun berkali-kali alami kebakaran, Masjid akhirnya dipindahkan ke kawasan Kauman tahun 1749. Karena banyaknya renovasi yang dialami Masjid ini, maka terdapat empat prasasti menghiasi gapura masuk yang juga menceritakan perjalanan sejarah Masjid.

Keempat prasasti ditulis dalam empat bahasa yang berbeda-beda yakni bahasa Indonesia, Jawa, Belanda dan Arab. Tahukan anda bahwa Masjid Agung Kauman jadi satu-satunya masjid di Indonesia, yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia? Hal ini terjadi secara terbuka beberapa jam setelah diproklamasikan. Informasi yang harus dibayar mahal, karena setelah melaksanakan shalat, tentara Jepang langsung mengejar pengurus masjid.

Memasuki pelataran Masjid Kauman, pintu-pintu dengan rangkaian daun waru menyambut. Ornamen campuran Jawa dan Persia terasa kental. Masjid Agung ditopang dengan 36 pilar yang kokoh. Jumlah ini memiliki filosofi perkalian 6 kali 6 yang berasal dari surat keenam ayat enam dalam Al-Quran. Dalam Surah Al-An’am di ayat enam tersirat bahwa meski musibah terjadi berkali-kali, sesungguhnya dalam setiap musibah itu ada hikmah untuk generasi masa mendatang yang lebih baik.

Kebakaran yang menimpa masjid ini berkali-kali dipercaya serupa dengan ayat tersebut. Semua terjadi demi sesuatu yang lebih baik. Di dalam Masjid terdapat Mihrab yang runcing dengan langit-langit dari beton. Mihrab dihiasi 99 nama Allah SWT atau Asmaul Husna. Mimbar Imam terbuat dari kayu jati dilengkapi ornamen ukir khas Jawa yang indah. Atap Masjid Agung Kauman Semarang berbentuk tajub tumpang tiga. Atap bertingkat tiga merupakan simbol dari filosofi Iman, Islam, dan paling atas adalah Ihsan.

Wisata religi disini makin lengkap karena tak jauh dari Masjid Kauman berdiri pula pesantren Raudatul Qur’an. Berdiri sejak tahun 1952, disinilah para santri hafiz Qur’an atau penghafal Qur’an menuntut ilmu. Total sudah ada 500 penghafal Qur’an yang lulus dari pesantren ini. Selama menempuh ilmu di pesantren, santri tidak diperkenankan belajar di sekolah umum ataupun bekerja.

Hal ini dilakukan agar santri fokus pada penghafalan Al-Qur’an. Lebih dari 160 santri ada disini. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari Malaysia. Pesantren ini mengajarkan untuk memprioritaskan aspek agama terlebih dahulu sebelum kehidupan dunia. Karena niscaya ketika agama telah didalami, seseorang dapat hidup di dunia dengan landasan agama yang kuat. seperti yang tertera di Surat Al-Fatir ayat 29 dan 30.

Asrama merupakan wakaf dari warga Kauman yang ditujukan sebagai tempat tinggal. Saat ini terdapat 16 asrama yang tersebar di kawasan Kauman Semarang. Banyaknya etnis Arab disini menjadi salah satu pemicu dan aktivitas keagamaan di kawasan Kauman juga membuat daerah ini dinobatkan sebagai Kampung Al-Qur’an Februari 2016 lalu.


Sumber : Net.5

Rendang Makanan Paling Enak di Dunia

Rendang dari Indonesia kembali menduduki urutan pertama alias makanan terenak di dunia. Tahun ini jadi kali kedua Rendang masuk dalam makanan terenak pertama versi CNN Travel. Sebelumnya pada Juli 2011, CNN menobatkan Rendang sebagai makanan terenak peringkat 11 dan di September 2011 Rendang naik ke peringkat pertama.

Image : flickr.com

Nah, kini di bulan Juli 2017 Rendang tetap berada di posisi pertama dan ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa setelah bertahun-tahun. Poling ini dilakukan CNN melalui facebook dan ada lebih dari 35 ribu suara yang memberikan votes sebanyak 50 jenis makanan terenak di dunia ini terpilih dari hasil jajak pendapat. Hasilnya, Nasi Goreng dan Rendang menjadi dua makanan terenak di dunia.

Baca Juga :
Bakso, Makanan Favorit Yang Enak Bila Disantap Panas-Panas
Es Buah Bunuh Diri, Porsi Besar Harga Murah


Para peserta poling memberikan komentarnya tentang Rendang dengan menyebut Rendang is the best. Rendang merupakan makanan khas Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Rendang tidak hanya lezat dan juga kaya bumbu, ternyata dalam masakan Rendang juga terdapat filosofi. Sumatera Barat merupakan tempat dengann sebutan Negeri Seribu Surau.

Ranah minang adalah warisan Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Tempat ini merupakan saksi sejarah Kolonialisme Belanda. Padang tumbuh menjadi kota perdagangan sejak abad ke 18. Perjalanan panjang Ranah Minang terekam dalam jejak kuliner. Sebab bumbu dan rasa juga menyimpan riwayat. Minangkabau tidak hanya identik dengan tradisi dan kearifan lokalnya. Namun yang menjadi kekhasan dari Minangkabau adalah warisan turun-menurun dari sisi kulinernya.

Rendang adalah masakan khas Minang yang dimasak dengan bumbu melimpah dan santan dalam waktu yang cukup lama. Santan Kelapa adalah bahan dasar utama masakan Minang. Santan diolah dengan sayur, ikan, daging dengan banyak bumbu. Karena dulu orang Minang suka merantau, mereka harus membuat makanan yang tahan lama.

Rendang mencerminkan sendi peradaban minang. Daging adalah simbol ninik mamak bagi pemuka adat, cabai ibarat alim ulama yang tegas menegakkan syariat Islam, bumbu adalah cermin masyarakat umum, dan kelapa adalah simbol kaum intelektual. Itulah sebabnya masakan ini ditempatkan pula sebagai penada status sosial seseorang.

Butuh waktu tiga jam untuk memasak rendang di kuali yang berukuran besar. Sebenarnya Rendang Padang itu tidak hanya Rendang Daging, tapi juga ada jenis-jenis Rendang lain yang tidak kalah unik dan pastinya tidak kalah nikmat.




Sumber : CNN Indonesia 

Kategori

Kategori