Kekuatan Armada Tiongkok Yang Menggemparkan Dunia

Saat ini tentara pembebasan rakyat Tiongkok sudah maju dan mengalami perkembangan. Perkembangannya juga sangat cepat dan pesat sehingga telah menjadi salah satu kekuatan besar militer dan dianggap paling kuat di seluruh dunia. Ini terukti hingga saat ini Tiongkok telah memiliki 10 ribu hulu ledak nuklir yang terdapat di gudangnya.

Image : flickr.com

Teknologi militer negara tirai bambau telah berkembang cepat sejak pergantian abad. Menjadi negara dengan anggaran pertahanan tertinggi kedua di dunia dibelakang Amerika Serikat. Pada 2013, Tiongkok mengklaim bahwa negara itu memiliki total 1483 ribu tentara, termasuk 850 ribu di Angkatan Darat, 235 ribu di Angkatan Laut, dan 398 ribu di Angkatan Udara.

Baca Juga :
5 Alasan Kenapa Amerika Serikat Segan Serang Iran
Pasukan Elite Indonesia Yang Jadi Salah Satu Pasukan Terkuat di Dunia


Sementara Departemen Pertahanan Amerika Serikat memperkirakan pada tahun yang sama, bahwa Angkatan Darat Tiongkok memiliki 1,25 Juta orang. Angkatan Darat Tiongkok memiliki 18 Korps grub dengan 7 ribu Tank modern, 8ribu artileri, jika senjata tua tetap menjadi operasional dimasukkan dalam hitungan Angkatan Darat, diperkirakan memiliki total 9 ribu hingga 12 ribu tank. Hampir 12 ribu kendaraan infantri dan kendaraan lapis baja, lebih dari 2 ribu jenis arteleri, hampir 3 ribu roket, lebih dari 7 ribu sistem anti tank rudal, 15 ribu senjata anti pesawat dan sistem rudal, ditampah dengan sekitar 6 ribu artileri dan 10 ribu mortir.

Saat ini Tiongkok memiliki hampir seribu tank tempur utama jenis 99 yang dapat melawan tank dari negara-negara maju. Dan persenjataan yang dilengkapi dengan self proper, altileri dan roket. Termasuk yang paling kuat di dunia, roket yang memiliki jangkauan hingga 400 km. Angkatan Udara Tiongkok saat ini memiliki jumlah pesawat tempur terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikta dan Rusia. Menurut perkiraan negara Adikuasa Amerika Serikat, Tiongkok disinyalir memilliki setidaknya jet tempur sebanyak 2.100 unit. Jumlah tersebut merupakan jumlah jet tempur modern. Sedangkan pesawat tempur tua, mereka memiliki sekitar 1.500 pesawat. Untuk urusan pesat angkut, di Tiongkok ada sekitar 500 pesawat dan juga sekitar 100 pesawat pengintai.

Tiongkok diantaranya memiliki lebih dari 100 jet tempur multi roll J 10 dalam pelayanan serta 280 pembom strategis TU 16 dan Jet Tempur Mig19. Selain itu juga memiliki 190 pembom JH 7 buatan dalam negeri. Selama 25 tahun terakhir tiongkok telah membeli 176 pesawat tempur yang terdiri dari SU27 dan SU30 buatan Rusia. Dan pengembangan pesawat tempur generasi kelima sendiri seperti J20 dan J31. Pada tahun 2013, Tiongkok berhasil melakukan penerbangan perdana pesawat angkut militer besar y20. Pesawat ini diharapkan akan menggunakan mesin buatan China pada 2013 menggunakan mesin buatan Rusia.

Tiongkok juga memiliki helicopter serang yang tangguh, mereka telah mengembangkan Z10 yang dirancang untuk misi perang anti tank tetapi juga memiliki kemampuan sekunder untuk perang udara ke udara. Belum lagi Tiongkok memiliki pesawat tak berawak pada tahun 2013. Drone ini mampu membawa beban tempur 650 kg dan perjalanan lebih dari 7 ribu km dan sebagai pengangkut senjata nuklir yang mematikan. Yang paling mengejutkan, Tiongkok telah meluncurkan Jet Tempur Siluman terbaru mereka J31. Walau dalam beberapa hal pesawat J31 sangat terlihat mirip dengan F22 Raptor dan bahkan F35 Amerika Serikat.

Meski Amerika Serikat masih lebih unggul dalam hal kepemilikan Jet Tempur Siluman, keberadaan Jet 31 kini memaksa negara adikuasa itu untuk tidak jumawa. Sebelum pergantian abad ke 21, Angkatan Laut Tiongkok dianggap sebagai armada nyamuk dibandingkan dengan kekuatan dunia. Namun sekarang Tiongkok telah menjadi pembuat kapal terbesar di dunia dengan lebih dari 3 ribu galangan kapal di seluruh negeri. Pada saat yang sama, Tiongkok telah aktiv membeli teknologi Angkatan Laut asing termasuk 4 kapal perusak dan 10 selam dari Rusia serta berbagai jenis sistem pertahanan laut dan rudal udara.

Tiongkok saat ini juga memiliki kapal induk Liooning yang ditugaskan sejak tahun 2012. Pada tahun 2014, Angkatan Laut Tiongkok memiliki kapal induk, 24 kapal perusak, 49 free guard dipandu rudal, 9 corvert, 57 kapal pendarat, lebih dari 100 kapal rudal modern dan beberapa ratus kapal patroli penjaga pantai serta 61 kapal selam di sel dan 58 kapal selam nuklir. Beijing juga telah mengumumkan bahwa anggaran pertahanan Tiongkok pada 2015 naik sebesar 10% menjadi hampir 150 Milliar Dollar Amerika. Meskipun begitu, Amerika percaya angkat sebenarnya bisa menjadi dua kali lebih banyak. 


Sumber : TvOne

Kontroversi Film G30 S PKI

Sejak 1984, film karya sutradara Arifin C Noer yang berlatar tragedi 30 September 1965 diputar setiap tahun. Film dengan biaya produksi 800 juta ini menjadi tontonan wajib siswa sekolah pada waktu itu. Pemutaran film ini akhirnya dihentikan pada 1998 oleh Menteri Penerangan saat itu yakni Muhammad Yunus Yosfiah. Salah satu alasan penghentian adalah adanya beberapa film yang menampilkan fakta sejarah yang masih dipertanyakan.

Image : wikipedia.org

Di dalam film digambarkan proses penangkapan dan pembuhan tujuh orang Jenderal termasuk penganiayaan oleh Partai Komunis Indonesia atau yang biasa dikenal dengan PKI. Istri Sang Sutradara yakni Jajang C. Noer menerangkan ‘’Tim forensik ketika itu yang masih tergolong muda, baru mengeluarkan laporannya yang paling baru (setelah reformai) bahwa hasil forensi yang mereka temukan waktu itu tidak seperti apa yang telah kita tahu.

Baca Juga :
Celurit dan Carok Yang Menjadi Identitas Orang Madura

Jadi sebenarnya hasil itu dimanipulasi”. Meski menimbulkan kontroversi, Jajang tidak merasa perlu membuat ulang film itu. Jajang kembali melanjutkan “Mas Arifin membuatnya sangat detail sekali. Ya memang mungkin ada beberapa fakta yang ternyata tidak benar. Seperti dialog ‘darah itu warnanya merah jenderal’ itulah seolah-olah perempuan itu akan menyayat pipinya pak jenderal yang waktu itu Jenderal Suprapto.

Tetapi hal ini oleh masyarakat didialogkan”. Mereka yang bersekolah antara pertengahan tahun 80-an sampai 1998 menonton film G30 S PKI karena diwajibkan. Sebagian masyarakat masih bingung tentang cerita yang sebenarnya, mereka menganggap ngeri dan kejam, dan masyarakat juga ingin tahu sejarah film ini dengan cara mengupasnya secara gamblang.

Sejarawan Hilmar Farid menilai, rekonstruksi sejarah versi satu pihak tentu menjadi polemik. Dia menuturkan “Upaya untuk merekonstruksi sejarah tentu akan menghadapi masalah itu. Tidak akan mungkin menghadirkan masa lalu yang persis sama. Nah, disitulah justru persoalan mulai timbul. Ketika dia tidak persis sama seperti kenyataannya, kemudian kita juga bertanya-tanya tujuannya apa?, narasi yang ingin ditampilkan seperti apa?”

Hilmar kembali melanjutkan “Kita tahu persis bahwa latar belakang film ini dibuat memang secara khusus untuk menegakkan narasi orde baru mengenai peristiwa ini. Kekuatannya masih kita rasakan sampai sekarang. Sementara ada temuan seperti dokumen otopsi itu yang dibuat oleh Tim Forensik Dokter Angkatan Darat yang mengatakan berbeda”. Meluruskan sejarah menjadi kunci mengikis kebencian dan penolakan yang bisa kita lakukan menurut Hilmar adalah kembali kepada fakta sejarah dan melepas kepentingan yang turut menjadi bagian dari sejarah itu.


Sumber : CNN Indonesia



Sejarah Berdirinya Negara Yahudi Israel

Konflik Palestina Israel dimulai pasca perang dunia ke dua. Pasca pembantaian Yahudi oleh Adolf Hitler dan Nazi Jerman, para pengungsi Yahudi dari berbagai negara di Eropa menginginkan dibentuknya satu negara Yahudi untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka. Sebagai gerakan politik, ide pembentukan negara Yahudi sendiri bukanlah hal baru.

Image : pixabay.com

Ide ini sudah ada sejak tahun 1897, dicetuskan oleh seorang jurnalis Yahudi keturunan Hungaria Deodar Herself. Dalam semangat gerakan politik ini yang kemudian disebut Zeonisme memiliki tujuan utama yaitu membawa kembali bangsa Yahudi untuk berkumpul di Eretz Israel atau tanah yang dijanjikan menurut kitab suci agama Yahudi.

Baca Juga :
Pesona Sejarah Islam Negeri Konstantinopel (Turki)
Sejarah Kota Mekkah

Momentum pembantaian Nazi pada kaum Yahudi dalam perang dunia memunculkan simpati dunia yang begitu besar kepada kaum Yahudi. Hal inilah yang memicu segera direalisasikannya keinginan orang-orang Yahudi yang telah berstatus pengungsi dari berbagai negara di Eropa untuk kembali ke tanah yang menurut mereka telah dijanjikan Tuhan kepada mereka yaitu tanah yang kala itu dihuni bangsa Palestina.

Pada tahun 1948, Palestina adalah wilayah yang dikuasai oleh Inggris. Maka Inggris selaku pemenang perang dunia ke dua memulai transisi kekuasaan wilayah Palestina kepada para pengungsi Yahudi. Warga Palestina semula menyambut kedatangan para pengungsi Yahudi sebagaimana negara yang ramah menyambut para pengungsi.

Tanpa mereka sadari sepenuhnya bahwa para pengungsi yang datang di tahun 1948 akan menjadi penjajah berikutnya. Wilayah yang semula ditempati para pengungsi Yahudi adalah camp-camp pengungsi. Didukung oleh Inggis dan Sekutu, para pengungsipun akhirnya memiliki senjata lalu merebut kekuasaan atas tanah sah milik sang tuan rumah.

Sejak itu penjajahan Israel atas Palestina pun dimulai. Pengungsi yang datang pada tahun 1948 kini ingin menjadi tuan rumah dan menimbulkan pengungsi baru yaitu warga Palestina. Gaza yang dikenal dunia saat ini tadinya juga adalah kumpulan camp pengungsi bagi warga Palestina. Namun karena para pengungsi itu tak tahu kapan akan kembali ke tanah mereka sendiri, perlahan mereka pun menetap di Gaza hingga kini.

Lebih dari 55 tahun sejak pengungsi Yahudi korban perang dunia ke dua tiba di Palestina, konflik Palestina melawan Israel bagai bara yang tak kunjung padam. Perang demi perang dilalui di berbagai zaman. Perundingan demi perundingan terus dilakukan. Kesepakatan demi kesepakatan dibuat hanya untuk dilanggar dan mereka yang tak berdosa terus menjadi korban. Semoga saja gencatan senjata akan menjadi pintu masuk bagi perdamaian di tanah Palestina.


Sumber : TVOne

Kategori

Kategori