Kenapa Kebahagiaan Seseorang Menurun Saat Menginjak Usia Kepala Tiga?

Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia merilis Indeks Kebagaiaan Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa nilainya sebesar 6,28 (skala 0-100). Data ini didapat dirilis pada tahun 2014. Beberapa tahun yang lalu, beberapa peneliti melakukan sejumlah penelitian dan menyimpulkan bahwa orang yang sudah dewasa itu lebih bahagia dibandingkan dengan anak-anak. Apa alasannya? Alasannya sebenarnya sederhana, yaitu karena orang dewasa punya kebebasan dan banyak kesempatan untuk memenuhi seluruh rasa penasarannya, seperti misalnya mengendarai mobil, memakan seluruh permen yang ada di toko, dan bisa tidur lebih malam untuk menonton acara televisi yang disukai.



Akan tetapi, baru-baru ini sebuah penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas kebahagiaan seseorang yang umurnya sudah menginjak usia 30 tahun. Hal ini seperti apa yang telah dipublikasikan di dalam jurnal Social Psychological and Personality Science. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena obsesi dan ambisi dari orang-orang di jaman sekarang terhadap segala hal yang sifatnya sangat konsumtif. Periset menuturkan bahwa budaya yang bersifat individualis melahirkan sebuah kebutuhan untuk tidak saling toleransi terhadap kesalahan dan gangguan kecil di dalam sebuah rencana.

Baca Juga :
5 Profesi Yang Bersanding Dengan Maut
Pohon Manggaku sudah mulai dewasa

Pola pikir yang seperti ini terus menerus dan tiap hari menjadikan beban pikiran jadi berubah dan menjadi stres semakin berkembang serta bertambah parah. Kecemasan dan depresi orang yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2014 yang lalu, penderita depresi jumlahnya makin tinggi. Bahkan menurut World Health Organization (WHO) dalam penelitian menyebutkan bahwa pada tahun 2020 kelak penderita depresi akan berada di urutan kedua terbanyak di dunia. Di tahun tersebut juga terjadi penurunan perkawinan secara drastis.

Periset mempercayai bahwa menikah merupakan obat stres yang dapat menaikkan rasa bahagia seseorang. Pada studi ini, disarankan kepada orang-orang yang modern agar tetap mempertahankan persahabatan, bersosialisasi, optimistis, olahraga, dan berpikir positif. Kelima saran tersebut dipercayai dapat memberi semangat dan rasa bahagia kepada diri anda. Disamping itu, periset juga mengungkapkan bahwa menolong sesama bisa menciptakan pikiran yang lebih tenang dan lebih bahagia.


EmoticonEmoticon