Candi Singosari, Bukti Peninggalan Kerajaan Singosari

Singosari merupakan nama salah satu kecamatan di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Kawasan Singosari berada di sebelah utara kota Malang yang dilintasi jalur utama Surabaya Malang. Singosari terletak pada ketinggian empat ratus hingga tujuh ratus meter dari permukaan laut dan suhu udara di kawasan Singosari hingga hari ini masih cukup sejuk. Nama Kerajaan Singosari tentu bukan suatu yang asing bagi kita semua. Karena Singosari sangat identik dengan Ken Arok dan banyak cerita maupun lakon drama yang mengambil ide cerita dari riwayat hidupnya.

image : pixabay.com

Di kawasan Singosari juga terdapat beberapa situs sejarah, diantaranya adalah Candi Singosari maupun Patung Dwarpala yang merupakan patung besar di Indonesia dan kini keberadaan patung tersebut dijadikan sebagai salah satu pemikat wisata di kawasan Singosari. Keberadaan Kerajaan Singosari di dalam peninggalan situs sejarahnya masih menjadi misteri bagi para arkeologi. Singosari terus menjadi perhatian untuk berusaha bisa membongkar kembali kisah-kisah lama atas kejayaan Kerajaan Singosari pada zaman dahulu.

Baca Juga :
Candi Muara Takus, Peninggalan Terbesar Sriwijaya?
Candi Borobudur Sebagai Penunjuk Waktu Masa Lampau

Menurut cerita-cerita lama, keberadaan Kerajaan Singosari ini juga merupakan salah satu referensi kerajaan-kerajaan yang ada di nusantara. Dan sayangnya banyaknya peninggalan asas sejarah yang banyak terbengkalai di masa lalu menjadikan patung-patung maupun kekayaan kerajaan lainnya tidak dijumpai kembali dan sebagian lainnya tersimpan di museum-museum di luar negeri. Di tempat ini pula anda bisa menjadikan kawasan Singosari sebagai sarana alternatif wisata budaya.

Bangunan Candi Singosari terbuat dari batu andesit  yang menghadap ke barat berdiri pada alas bujur sangkar berukuran empat belas meter dikali empat belas meter dan tinggi candi mencapai 15 meter. Candi ini kaya akan ornamen berukiran arca dan relief. Meski para pengunjung yang datang ke lokasi candi Singosari ini dari waktu ke waktu mengalami pasang surut, namun peninggalan situs sejarah ini nampaknya masih diminati dan dijadikan sebagai tempat kunjungan wisata budaya.

Di lokasi tersebut juga difungsikan sebagai sarana pembelajaran bagi para pelajar masyarakat bahkan para wisatawan mancanegara. Kebanyakan para tamu asing yang datang ke lokasi ini berasal dari Belanda dan meski kedatangan mereka sekedar berwisata namun tak jarang kedatangan ini untuk membuktikan secara dekat keberadaan candi Singosari yang sebagian arcanya kini tersimpan di museum Leiden Belanda.

Komplek percandian ini menempati areal dua ratus meter dikali empat ratus meter dan terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut komplek terdapat patung arca raksasa besar dan tingginya hampir mencapai 4 meter. Arca ini disebut arca Dwarpala dan posisi gada senjatanya menghadap ke bawah. Ini menunjukkan arti, meskipun penjaganya adalah raksasa, tapi masih ada rasa sayang terhadap semua makhluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya.

Keberadaan arca ini hanya ada di Singosari dan tidak ditemukan di kerajaan lainnya. Peradapan Kerajaan Singosari yang menyimpan berbagai misteri ini terus menjadikan perhatian khusus bagi para arkeolog. Singosari memiliki banyak sekali potensi yang sangat menarik dari potensi sejarah dan juga potensi kekayaan alamnya. Termasuk juga potensi dari pemandian Kendedes dimana tempat tersebut pada masa Kerajaan Singasari dijadikan tempat pesanggrahan atau dalam istilahnya adalah tempat peristirahatan bagi keluarga Kerajaan Singasari.

Limpahan sumber mata air kendedes menjadikan pengembangan potensi wisata air. Tak heran kalau dari zaman Kerajaan Singosari juga dijadikan tempat pemandian, tempat peristirahatan dan juga ritual lainnya.




Sumber : www.indonesiatimes.co.id


EmoticonEmoticon